<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>»!« Waroeng Koepi »!«</title>
	<atom:link href="http://warkop.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warkop.wordpress.com</link>
	<description>Berbicara dari Hati Ke Hati</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Dec 2008 05:45:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='warkop.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ff32cba29a8896762e8bed18b8735e2e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>»!« Waroeng Koepi »!«</title>
		<link>http://warkop.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mengatasi Kemiskinan</title>
		<link>http://warkop.wordpress.com/2008/12/06/mengatasi-kemiskinan/</link>
		<comments>http://warkop.wordpress.com/2008/12/06/mengatasi-kemiskinan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 05:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerianet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[cobaan]]></category>
		<category><![CDATA[kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<category><![CDATA[ujian allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warkop.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Punya pendidikan tinggi merupakan impian tiap orang. Tapi, bagaimana jika kemiskinan terus menghadang. Jangankan untuk biaya kuliah, buat makan saja susah.
Berikut ini penelusuran dan wawancara Eramuslim dengan seorang pemulung yang kini bisa terus kuliah di jurusan akuntansi di Pamulang, Tangerang. Mahasiswi berjilbab itu bernama Ming Ming Sari Nuryanti.
Sudah berapa lama Ming Ming jadi pemulung?
Sejak tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=45&subd=warkop&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignright size-medium wp-image-46" style="border:3px solid black;margin-left:6px;margin-right:6px;" title="fakir-miskin" src="http://warkop.files.wordpress.com/2008/12/fakir-miskin.jpg?w=175&#038;h=112" alt="fakir-miskin" width="175" height="112" />Punya pendidikan tinggi merupakan impian tiap orang. Tapi, bagaimana jika kemiskinan terus menghadang. Jangankan untuk biaya kuliah, buat makan saja susah.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini penelusuran dan wawancara Eramuslim dengan seorang pemulung yang kini bisa terus kuliah di jurusan akuntansi di Pamulang, Tangerang. Mahasiswi berjilbab itu bernama Ming Ming Sari Nuryanti.</p>
<p><strong>Sudah berapa lama Ming Ming jadi pemulung?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak tahun 2004. Waktu itu mau masuk SMU. Karena penghasilan ayah semakin tidak menentu, kami sekeluarga menjadi pemulung.</p>
<p><span id="more-45"></span><strong>Sekeluarga?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Iya. Setiap hari, saya, ayah, ibu, dan lima adik saya berjalan selama 3 sampai 4 jam mencari gelas mineral, botol mineral bekas, dan kardus. Kecuali adik yang baru kelas 2 SD yang tidak ikut.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Tempat tinggal Ming Ming berada di perbatasan antara Bogor dan Tangerang. Tepatnya di daerah Rumpin. Dari Serpong kurang lebih berjarak 40 kilometer. Kawasan itu terkenal dengan tempat penggalian pasir, batu kali, dan bahan bangunan lain. Tidak heran jika sepanjang jalan itu kerap dipadati truk dan suasana jalan yang penuh debu. Di sepanjang jalan itulah keluarga pemulung ini memunguti gelas dan botol mineral bekas dengan menggunakan karung.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiap hari, mereka berangkat sekitar jam 2 siang. Pilihan jam itu diambil karena Ming Ming dan adik-adik sudah pulang dari sekolah. Selain itu, bertepatan dengan jam berangkat sang ayah menuju tempat kerja di kawasan Ancol.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berjalan selama satu setengah sampai dua jam, sang ayah pun naik angkot menuju tempat kerja. Kemudian, ibu dan enam anak itu pun kembali menuju rumah. Sepanjang jalan pergi pulang itulah, mereka memunguti gelas dan botol mineral bekas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berapa banyak hasil yang bisa dipungut?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nggak tentu. Kadang-kadang dapat 3 kilo. Kadang-kadang, nggak nyampe sekilo. Kalau cuaca hujan bisa lebih parah. Tapi, rata-rata per hari sekitar 2 kiloan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kalau dirupiahkan?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sekilo harganya 5 ribu. Jadi, per hari kami dapat sekitar 10 ribu rupiah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa segitu cukup buat 9 orang per hari?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ya dicukup-cukupin. Alhamdulillah, kan ada tambahan dari penghasilan ayah. Walau tidak menentu, tapi lumayan buat keperluan hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Ming Ming menjelaskan bahwa uang yang mereka dapatkan per hari diprioritaskan buat makan adik-adik dan biaya sekolah mereka. Sementara Ming Ming sendiri sudah terbiasa hanya makan sekali sehari. Terutama di malam hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, mereka tidak dibingungkan dengan persoalan kontrak rumah. Karena selama ini mereka tinggal di lahan yang pemiliknya masih teman ayah Ming Ming. Di tempat itulah, mereka mendirikan gubuk sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas yang ada di sekitar.</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa hari sekali, pengepul datang ke rumah Ming Ming untuk menimbang dan membayar hasil pungutan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau lagi beruntung, mereka bisa dapat gelas dan botol air mineral bekas di tempat pesta pernikahan atau sunatan. Sayangnya, mereka harus menunggu acara selesai. Menunggu acara pesta itu biasanya antara jam 9 malam sampai jam 2 pagi. Selama 5 jam itu, Ming Ming sebagai anak sulung, ibu dan dua adiknya berkantuk-kantuk di tengah keramaian dan hiruk pikuk pesta.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau di hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, keluarga pemulung ini juga punya kebiasaan yang berbeda dengan keluarga lain. Mereka tidak berkeliling kampung, berwisata, dan silaturahim ke handai taulan. Mereka justru memperpanjang rute memulung, karena biasanya di hari raya itu, barang-barang yang mereka cari tersedia lebih banyak dari hari-hari biasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ming Ming tidak malu jadi pemulung?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya berat sekali. Apalagi jalan yang kami lalui biasa dilalui teman-teman sekolah saya di SMU N 1 Rumpin. Tapi, karena tekad untuk bisa membiayai sekolah dan cinta saya dengan adik-adik, saya jadi biasa. Nggak malu lagi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari mana Ming Ming belajar Islam?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak di SMU. Waktu itu, saya ikut rohis. Di rohis itulah, saya belajar Islam lewat mentoring seminggu sekali yang diadakan sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika masuk kuliah, saya ikut rohis. Alhamdulillah, di situlah saya bisa terus belajar Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang tua tidak masalah kalau Ming Ming memakai busana muslimah?</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, nggak. Mereka welcome saja. Bahkan sekarang, lima adik perempuan saya juga sudah pakai jilbab.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Walau sudah mengenakan busana muslimah dengan jilbab yang lumayan panjang, Ming Ming dan adik-adik tidak merasa risih untuk tetap menjadi pemulung. Mereka biasa membawa karung, memunguti gelas dan botol air mineral bekas, juga kardus. Bahkan, Ming Ming pun sudah terbiasa menumpang truk. Walaupun, ia harus naik di belakang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ming Ming kuliah di mana?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi S1.</p>
<p style="text-align:justify;">Maaf, apa cukup pendapatan Ming Ming untuk biaya kuliah?</p>
<p style="text-align:justify;">Jelas nggak. Tapi, buat saya, kemiskinan itu ujian dari Allah supaya kita bisa sabar dan istiqamah. Dengan tekad itu, saya yakin bisa terus kuliah.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun, di semester pertama, saya nyaris keluar. Karena nggak punya uang buat biaya satu semester yang jumlahnya satu juta lebih. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah semuanya bisa terbayar.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Di awal-awal kuliah, muslimah kelahiran tahun 90 ini memang benar-benar melakukan hal yang bisa dianggap impossible. Tanpa uang memadai, ia bertekad kuat bisa masuk kuliah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika berangkat kuliah, sang ibu hanya memberikan ongkos ke Ming Ming secukupnya. Artinya, cuma ala kadarnya. Setelah dihitung-hitung, ongkos hanya cukup untuk pergi saja. Itu pun ada satu angkot yang tidak masuk hitungan alias harus jalan kaki. Sementara pulang, ia harus memutar otak supaya bisa sampai ke rumah. Dan itu ia lakukan setiap hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai gambaran, jarak antara kampus dan rumah harus ditempuh Ming Ming dengan naik empat kali angkot. Setiap angkot rata-rata menarik tarif untuk jarak yang ditempuh Ming Ming sekitar 3 ribu rupiah. Kecuali satu angkot di antara empat angkot itu yang menarik tarif 5 ribu rupiah. Karena jarak tempuhnya memang maksimal. Jadi, yang mesti disiapkan Ming Ming untuk sekali naik sekitar 14 ribu rupiah.</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara trik Ming Ming adalah ia pulang dari kuliah dengan berjalan kaki sejauh yang ia kuat. Sambil berjalan pulang itulah, Ming Ming mengeluarkan karung yang sudah ia siapkan. Sepanjang jalan dari Pamulang menuju Serpong, ia melepas status kemahasiswaannya dan kembali menjadi pemulung.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, jangankan kebayang untuk jajan, makan siang, dan nongkrong seperti mahasiswa kebanyakan; bisa sampai ke rumah saja bingungnya bukan main.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang apa Ming Ming masih pulang pergi dari kampus ke rumah dan menjadi pemulung sepulang kuliah?</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini, alhamdulillah, saya dan teman-teman UKM Muslim (Unit Kegiatan Mahasiswa Muslim) sudah membuat unit bisnis. Di antaranya, toko muslim. Dan saya dipercayakan teman-teman sebagai penjaga toko.</p>
<p style="text-align:justify;">Seminggu sekali saya baru pulang. Kalau dihitung-hitung, penghasilannya hampir sama.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jadi Ming Ming tidak jadi pemulung lagi?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tetap jadi pemulung. Kalau saya pulang ke rumah, saya tetap memanfaatkan perjalanan pulang dengan mencari barang bekas. Bahkan, saya ingin sekali mengembangkan bisnis pemulung keluarga menjadi tingkatan yang lebih tinggi. Yaitu, menjadi bisnis daur ulang. Dan ini memang butuh modal lumayan besar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cita-cita Ming Ming?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingin menjadi da&#8217;i di jalan Allah. Dalam artian, dakwah yang lebih luas. Bukan hanya ngisi ceramah, tapi ingin mengembangkan potensi yang saya punya untuk berjuang di jalan Allah. (MN)</p>
<p>Email dari Nova di sadur dari Eramuslim.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warkop.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warkop.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warkop.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warkop.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warkop.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warkop.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warkop.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warkop.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warkop.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warkop.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=45&subd=warkop&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warkop.wordpress.com/2008/12/06/mengatasi-kemiskinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1941ee39d2be359a7fbf94e5f0a557a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cerianet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warkop.files.wordpress.com/2008/12/fakir-miskin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fakir-miskin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam dan Ketaqwaan</title>
		<link>http://warkop.wordpress.com/2008/11/18/islam-dan-ketaqwaan/</link>
		<comments>http://warkop.wordpress.com/2008/11/18/islam-dan-ketaqwaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 10:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerianet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammadi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warkop.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Islam adalah agama yang diwahyukan Allah kepada umat manusia melalui utusan-Nya, Nabi Muhammad Saw. Ini berarti bahwa ajaran Islam itu adalah wahyu dari Allah Swt. Dari sudut pandang ini dapat disebut bahwa Islam bersifat “shistoris”, dalam arti berwujud ajaran-ajaran murni yang bersifat mutlak dan universal (berlaku umum tanpa terikat ruang dan waktu). Oleh karena itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=37&subd=warkop&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://warkop.files.wordpress.com/2008/11/islamcover.jpg"><img class="size-medium wp-image-38 alignleft" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="islamcover" src="http://warkop.files.wordpress.com/2008/11/islamcover.jpg?w=197&#038;h=199" alt="islamcover" width="197" height="199" /></a>Islam adalah agama yang diwahyukan Allah kepada umat manusia melalui utusan-Nya, Nabi Muhammad Saw. Ini berarti bahwa ajaran Islam itu adalah wahyu dari Allah Swt. Dari sudut pandang ini dapat disebut bahwa Islam bersifat “shistoris”, dalam arti berwujud ajaran-ajaran murni yang bersifat mutlak dan universal (berlaku umum tanpa terikat ruang dan waktu). Oleh karena itu, apa yang dilakukan umat dalam kehidupan mereka sehari-hari dapat dikatakan, berdasarkan wahyu dari Allah Swt. Tetapi, karena Islam adalah untuk kepentingan manusia dalam mewujudkan kebahagiaan, maka ia harus menyejarah, yakni menyatu dengan pengalaman hidup manusia sendiri yang menjelma dalam sejarah. Artinya, Islam dalam realitas kehidupan umatnya terkait erat dengan ruang dan waktu. Hal ini terbukti dengan jelas dalam kenyataan sejarah pemikiran dan praktik keagamaan umat Islam. Dari sudut pandang inilah akan dikaji keberagamaan masyarakat Islam di Kalimantan Selatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat Kalimantan Selatan adalah mayoritas beragama Islam. Data yang diperoleh dari Kantor Wilayah Departemen Agama Kalimantan Selatan pada tahun 1999 tentang jumlah pemeluk agama menunjukkan, bahwa dari 2.855.869 penduduk Kalimantan Selatan, 2.768.726 penduduk (96.9%) beragama Islam. Sebagai umat Islam tentu meyakini bahwa apa yang selama ini diperbuat telah sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Meskipun demikian ternyata dalam siklus kehidupan sebagian masyarakat Islam di sini masih terdapat pelbagai kepercayaan, aktivitas ritual dan upacara keagamaan yang bermuatan budaya lokal.<br />
<span id="more-37"></span>Pada tahun 1984 Tim Fakultas Ushuluddin pernah melakukan penelitian tentang Islam di Kalimantan Selatan (Studi tentang Corak Keagamaan Umat Islam) Hasil penelitian ini melaporkan adanya pelbagai aktivitas umat Islam di Kalimantan Selatan yang merupakan peninggalan budaya lokal masa lalu, seperti Upacara Mandi Penganten, Upacara Mandi Hamil Tujuh Bulan, (Buang Baya), Upacara Tapung Tawar Kelahiran, Upacara Batimbang Anak (yang lahir di bulan Safar) dan lain-lain. Penelitian yang lebih lengkap dan mendalam pernah dilakukan oleh Alfani Daud dengan mengambil judul—yang dibukukan, diterbitkan&#8211;, Islam dan Budaya Banjar: Deskripsi dan Analisa Kebudayaan Banjar. Buku ini berasal dari Disertasi yang bersangkutan untuk mendapat gelar Doktor pada tahun 1991 di IAIN (Sekarang UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.</p>
<p>Untuk mengetahui pelbagai aktivitas keberagamaan masyarakat Islam di Kalimantan Selatan pada perkembangan terakhir perlu dilakukan penelitian lanjutan. Mungkin saja ada beberapa aktivitas keagamaan yang sudah dideskripsikan pada penelitian sebelumnya, karena apa yang mereka lakukan sekarang merupakan warisan masa lalu. Namun, boleh jadi ada temuan baru yang belum terungkap, di samping beberapa aktivitas yang belum diuraikan. Untuk sekedar petunjuk arah dan acuan dalam penelitian ini, sesuai dengan latar belakang pemikiran di atas, masalah yang mau dijawab: (1) Bagaimana gambaran keberagamaan masyarakat Islam di Kalimantan Selatan? (2) Faktor-faktor historisitas apa saja yang mempengaruhi keberagamaan mereka? Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengambil kebijakan dalam membangun masyarakat di Kalimantan Selatan, selain sebagai informasi akademik yang menambah khazanah kebuyaan nasional.</p>
<p>Selama kurun waktu lima tahun, yaitu antara tahun 1995 sampai dengan tahun 1999 terdapat 34 mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari yang mengangkat masalah keberagamaan masyarakat Islam di Kalimantan Selatan sebagai tugas akhir dalam bentuk skripsi untuk mendapatkan gelar sarjana. Nama-mana mereka dan judul-judul skripsi yang bersangkutan dapat dilihat pada Daftar Pustaka (Sumber Data Penelitian) di akhir tulisan ini. Dari sejumlah karya tulis tersebut pada garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: (1) Pelbagai kepercayaan yang menggejala pada masyarakat Islam di Kalimantan Selatan, dan (2) Pelbagai upacara dan tradisi yang masih dilakukan masyarakat Islam di Kalimantan Selatan.</p>
<p>1. Pelbagai Kepercayaan yang Menggejala pada Masyarakat Islam di Kalimantan Selatan</p>
<p>Pelbagai kepercayaan masyarakat Islam di Kalimantan Selatan yang dilaporkan mahasiswa selama kurun waktu lima tahun seperti disebutkan di atas dapat dikelompokkan ke dalam: (a) Kepercayaan terhadap waktu-waktu tertentu, (b) Kepercayaan terhadap tempat-tempat tertentu, dan (c) Kepercayaan terhadap benda/orang tertentu.</p>
<p>a. Kepercayaan terhadap Waktu-waktu Tertentu</p>
<p>Sebagian masyarakat Islam di Desa Sungai Punggu Baru Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan mempercayai bahwa Bulan Sapar adalah bulan sial. Kesialan bulan Sapar tergambar dalam beberapa anggapan seperti:</p>
<ol>
<li>Perkawinan yang dilaksanakan pada bulan Sapar dianggap tidak akan bisa langgeng. Sering terjadi pertengkaran antara suami isteri, rumah tangga tidak bisa damai dan akan berakhir dengan perceraian.</li>
<li>Penghuni yang tinggal di rumah yang dibangun di bulan Sapar akan tidak bisa hidup tenang, terasa panas dan selalu ingin keluar dari rumah, seperti burung yang selalu ingin lepas dari sangkar.</li>
<li>Anak yang lahir di bulan Sapar berakibat sial bagi anak itu dan juga bagi orangtuanya. Untuk membuang sial tersebut harus dilakukan upacara Batimbang Anak.</li>
<li>Dalam bulan Sapar terdapat satu hari yang disebut dengan Arba Mustamir (hari Rabu terakhir pada bulan Sapar). Pada hari tersebut turun berbagai penyakit dan karena itu hendaknya orang tidak keluar rumah.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sebagian masyarakat, khususnya masyarakat Kuin Selatan Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin mempercayai bahwa melakukan akad nikah di antara dua Hari Raya (Idul Fithri dan Idul Adha) akan berakibat sial terhadap perkawinan atau rumah tangga kedua mempelai. Pelanggaran terhadap waktu yang dipandang sial tersebut:</p>
<p>1) Perkawinan atau rumah tangga yang dibina tidak akan langgeng.<br />
2) Perkawinan tidak mendapat berkah.<br />
3) Perkawinan atau rumah tangga selalu diwarnai perselisihan antara suami isteri.</p>
<p>b. Kepercayaan terhadap Tempat-tempat Tertentu</p>
<p>Di antara tempat yang dipercayai memiliki keistimewaan oleh masyarakat adalah Masjid Al-A’la di desa Jatuh Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sebagian masyarakat di sana mempercayai bahwa Mesjid al-A’la yang ada di desa Jatuh adalah masjid yang memiliki karamah. Anggapan ini dilatarbelakangi oleh tiga legenda, yaitu:</p>
<ol>
<li>Bahwa pembangunan masjid al-A’la adalah atas perintah keluarga raja dari Mekkah.</li>
<li>Bahwa lokasi masjid al-A’la berada dekat sebuah sungai yang mempunyai dua cabang anak sungai yang airnya mengalir ke arah yang berlawanan.</li>
<li>Bahwa lokasi masjid tersebut semula adalah daerah rawa, namun secara perlahan berubah menjadi daratan yang relatif lebih tinggi dari daerah sekitarnya tanpa usaha masyarakat.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sebagian masyarakat di desa Bayur Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan mempercayai bahwa sebuah bangunan berbentuk persegi empat berukuran 4 x 4 meter dengan bahan bangunan dari kayu beratap daun rumbia dan hanya mempunyai lantai tanpa dinding, yang bernama Balai Amas, mempunyai keistimewaan yang sakral sehingga dijadikan sebagai tempat keramat. Tidak ada masyarakat yang mengetahui kapan awal adanya. Kepercayaan ini dilatarbelakangi oleh beberapa legenda, yaitu:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Sebelumnya lokasi berdirinya Balai Amas adalah daerah rawa yang berair dalam, sehingga tidak mungkin untuk mendirikan bangunan. Tanpa usaha masyarakat, lokasi itu berubah menjadi dataran tinggi.</li>
<li>Balai Amas dipercayai sebagai tempat tinggal seorang tokoh yang terkenal sakti, bernama Datuk Dulamat. Masyarakat mempercayai bahwa Datuk Dulamat menghilang dari pergaulan dan tidak diketahui perginya. Dia dipandang banyak berjasa dalam menyebarkan agama Islam dan melawan penjajah Belanda.</li>
<li>Kalau ada bagian bangunan yang rusak, maka ada salah seorang penduduk di sekitarnya bermimpi disuruh memperbaikinya.</li>
<li>Di lokasi bangunan tersebut, terdapat tambang emas yang dijaga oleh seekor ular besar di mana masyarakat sekitar sering melihatnya.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Ada pula orang yang mempercayai keistimewaan Pulau Kembang, sebuah pulau yang dikelilingi sungai yang terletak di Desa Alalak Kecamatan Alalak Berangas Kabupaten Barito Kuala, di sana orang melakukan “mandi selamat”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh suatu kepercayaan bahwa Pulau Kembang adalah tempat tinggal para makhluk gaib dan ruh-ruh yang bisa mendatangkan malapetaka dan juga bisa diminta pertolongan untuk mencapai suatu tujuan. Makhluk gaib tersebut adalah jin yang beragama Islam, sedang ruh gaib yang populer adalah ruh Pangeran Suriansyah. Para makhluk dan ruh gaib itu bertempat tinggal di pohon-pohon kayu, di daun dan kembang di tepi pantai dan pada binatang-binatang kera yang menghuni Pulau Kembang tersebut.</p>
<p>Sebagian masyarakat ada yang mempercayai adanya keramat kubur seprti kubur almarhum Guru Ruandi bin Riduan di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala. Manurut mereka tanda kekeramatan itu ialah adanya bau harum yang diyakini berasal dari kubur Guru Ruandi tersebut. Kepercayaan serupa juga terdapat pada masyarakat, terutama para penziarah, terhadap Makam Datuk Kandang Haji di Kecamatan Juai Kabupaten Hulu Sungai Utara (sekarang Kabupaten Balangan). Mereka meyakini bahwa makam Datuk Kandang Haji ini mempunyai keramat dan maunah. Oleh karena itu, ia diyakini memiliki kekuatan gaib yang dapat memberi keberuntungan atau kesengsaraan bagi kehidupan seseorang.</p>
<p>c. Kepercayaan terhadap Benda-benda/Orang tertentu</p>
<p>Di kalangan masyarakat Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala yang memiliki besi tua (keris) ada yang mempercayai adanya tuah (kekuatan gaib) pada besi tua tersebut yang dapat memberi manfaat dan mendatangkan mudarat. Menurut pemiliknya, manfaat yang dirasakan antara lain dalam perjalanan ke luar kampung, bila membawa besi tua tersebut hati menjadi tenang, rasa percaya diri, aman dari gangguan orang yang mau berbuat jahat. Juga mendapat kemudahan dalam mencari rizki. Sedangkan mudarat yang bisa menimpa pemilik dan atau keluarganya, jika keris tidak dirawat, adalah kepingitan (suatu penyakit aneh dan tidak bisa disembuhkan secara medis). Penyembuhannya adalah dengan cara membersihkan keris dengan air jeruk nipis dan mengganti sarung keris&#8211;jika sudah tidak layak lagi—dengan kain kuning. Semua itu dilakukan dalam suatu upacara pembersihan keris.</p>
<p>Sebagian masyarakat di Desa Banua Halat Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin mempercayai bahwa batu-batu kerikil yang ada di bawah mimbar di dalam masjid al-Mukarramah mempunyai kekuatan gaib yang dapat memberikan manfaat bagi seseorang yang memegang atau membawanya dnegan cara meminjam salah satu batu kepada penjaga masjid dan harus mengembalikannya setelah keperluan terhadap batu itu selesai. Jumlah batu dimaksud sebanyak 15 biji, 14 biji berwarna hitam dan satu biji berwarna putih. Ukuran berat batu masing-masing berkisar antara 2.8 gr s/d 9.4 gr. Khasiat atau kekuatan dari batu-batu tersebut diyakini sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Dapat menimbulkan keyakinan diri akan keselamatan dari berbagai macam gangguan, baik yang diketahui maupun tidak.</li>
<li>Mempunyai kekuatan gaib, sehingga orang yang membawanya memiliki kekuatan yang luar biasa pada saat terjepit.</li>
<li>Memberikan kekebalan terhadap semua jenis senjata.</li>
<li>Bagi seseorang yang meminjam batu tersebut dan tidak mengembalikannya sesuai dengan janji akan berakibat timbulnya penyakit kulit di badannya.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Oleh Gary Yantoro</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warkop.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warkop.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warkop.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warkop.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warkop.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warkop.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warkop.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warkop.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warkop.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warkop.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=37&subd=warkop&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warkop.wordpress.com/2008/11/18/islam-dan-ketaqwaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1941ee39d2be359a7fbf94e5f0a557a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cerianet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warkop.files.wordpress.com/2008/11/islamcover.jpg?w=298" medium="image">
			<media:title type="html">islamcover</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iklan Moderen via Website</title>
		<link>http://warkop.wordpress.com/2008/11/02/iklan-moderen-via-website/</link>
		<comments>http://warkop.wordpress.com/2008/11/02/iklan-moderen-via-website/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 16:14:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerianet</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warkop.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[ Iklan merupakan bagian dari reklame yang berasal dari bahasa prancis, yaitu re-clame yang berart “meneriakkan berulang-ulang” (Dendi sudiana,1995). Dalam Advertising Exellance sebagimana dituliskan arena ( dalam ratna Noviani,2002).iklan adalah struktur informasi dan susunan komunikasi non personal yang biasanya dibiayai dan bersifat persuasif, tentang produk (barang, jasa, dan gagasan) oleh sponsor yang terindentifikasikan, melalui berbagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=35&subd=warkop&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://www.fadlie.web.id" target="_blank"> <img class="alignright" style="border:4px solid black;margin-left:5px;margin-right:5px;" src="http://fadlie.web.id/wp-content/uploads/dauns.gif" border="0" alt="www.fadlie.web.id" width="190" height="125" /></a>Iklan merupakan bagian dari reklame yang berasal dari bahasa prancis, yaitu re-clame yang berart “meneriakkan berulang-ulang” (Dendi sudiana,1995). Dalam Advertising Exellance sebagimana dituliskan arena ( dalam ratna Noviani,2002).iklan adalah struktur informasi dan susunan komunikasi non personal yang biasanya dibiayai dan bersifat persuasif, tentang produk (barang, jasa, dan gagasan) oleh sponsor yang terindentifikasikan, melalui berbagi macam media. Jadi hakikat iklan adalah pesan yang disampaikan dari komunikator pada komunikan. Oleh karena itu iklan adalah bentuk kegiatan komunikasi.Iklan merupakan komponen yang vital dalam organisasi dan reproduksi kapital.</p>
<p style="text-align:justify;">Iklan televisi (television commercial) adalah iklan yang ditayangkan melalui media televisi, melalui media ini, pesan dapat disampaikan dalam bentuk audio visual, dan gerak. Bentuk pesan audio visual dan gerak. Bentuk pesan audio visualdan gerak tersebut pada dasarnya merupakan sejumlah tanda. Dalam kajian semologi, iklan adalah seperangkat tanda yang berfungsi meyampaikan sejumlah pesan ( kasiyan 2001)<br />
<span id="more-35"></span>Umumnya struktur iklan terdiri atas beberapa unsur pokok yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Unsur utama iklan adalah ilustrasi. Biasanya ilustasi dibangun dari potret model atau pemandangan. Unsur kedua adalah headline,berupa kata-kata yang mecoba menyampaikan inti pesan terpenting untuk disampaikan pada khalayak. Unsur ketiga adalah body copy, yaitu uraian yang biasanya menyampikan tiga jenis informasi yaitu ciri produk, kegunaan dalam kelebihan produk serta mengarahkan tindakan nyata pada khalayaknya. Unsur kempat adalah Signature line, yang menerakan nama/ merek paten( band name) dari produk yang diiklankan.unsur kelima slogan yaitu rangkaian kata yang biasanya singkat, padat ,penuh arti, mudah diingat, mengandung arti yang dalam ,serta mampu mengetengahkan khasiat/kegunaan unik dari produk.</p>
<p>Pada artikel yang ada di koran kompas mencoba manganalisis perkembangan iklan-iklan produk kecantikan yang mencoba mengambarkan wanita cantik yang di tawarkan dalam setiap produk kecantikan kuli yaitu wanita yang berkulit putih di gambarkan wanita yang cantik, hal ini terlihat dari pemilihan model yang berkulit putih. Padahal pada realitasnya kulit yang sehat adalah kulit yang cerah, berkilat, lembab, lentur dan tanpa noda, lentur dan tanpa noda. Menurut Prof Dr dr SPKK( konsultan) Retno Widowati Soebaryo, sebetulnya kulit orang indonesia yang putih kekuningan atau kuning kecoklatan ini menandakan kulit kecoklatan ini menandakan kulit yang banyak pigmentasi, pigmen yang di dalamnya mengandung melanin, memberikan perlindungan terhadap sinar matahari.</p>
<p>Iklan media televisi untuk produk kecantikan seperti pond’s, Olay, Citra dls memiliki ilustrasi, mengunakan potret wanita cantik adalah wanita yang berkulit putih yang sebetulnya bukan mayoritas warna kulit bangsa Indonesia. Pemilihan headline, body copy dan slogan juga lebih cenderung mengunakan kata produk kecantikan yang mengandung tema putih citra dan oley mengunakan kata “ putih” di dalam produk mereka, citra misalnya menggunakan narasi: membuat wajahmu tampak lebih putih alami”. Sementara Olay memiliki produk Olay White Radiance. Pemilihan pesan yang salah juga dapat di lihat dari istilah “whitening”atau pemulihan yang dipakai oleh sejumlah perusahaan kosmetik saja sebenarnya sudah salah karena pada dasarnya kulit yang coklat tidak bisa diputihkan hanya dengan olesan krim. Istilah tepat adalah skim lighening yakni kulit dibuat lebih terang dan bercahaya. Skin lightening disini adalah pemudar warna, maksudnya noda-noda hitam yang adadi kulit” kata Ratna (koran kompas, 9 Maret 2008).</p>
<p>Iklan merupakan kontruksi dari realitas yang terjadi di masyarakat yang membuat suatu kultur tersendiri. dalam artikel kompas,9 Maret 2008 dan hasil riset yang dilakukannya mengatakan bahwa sebagian besar pada perempuan memiliki asumsi bahwa wanita kulit putih lebih menarik dari tidak berkulit putih dan ukuran kecantikan seseorang ketika berkulit putih , sedangkan pada kenyataannya sebagian besar orang Indonesia berkulit sawo matang dari data 65% merasa dirinya berkulit sawo matang sementara 34% merasa dirinya berkulit kuning langsat hingga putih. hal ini tertu saja menjadi sasaran pasar produk kecantikan yang menguntungkan dengan menggunakan slogan dan body copy yang intinya jika menggunakan produknya akan memiliki wajah putih secara cepat. Sedangkan jika di pertanyakan pada laki-laki bahwa perempuan putih tidak menjadi suatu ukuran kencantikan diri seorang wanita dan juga bukan ukuran mutlak kecantikan bagi seseorang. Penggunaan produk kecatikan yang dapat memutikan wajah paling besar di konsumsi perempuan pada usia 17-29 tahun sedangkan laki-laki pada usia 17-29 tahun.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warkop.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warkop.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warkop.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warkop.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warkop.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warkop.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warkop.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warkop.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warkop.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warkop.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=35&subd=warkop&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warkop.wordpress.com/2008/11/02/iklan-moderen-via-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1941ee39d2be359a7fbf94e5f0a557a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cerianet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlie.web.id/wp-content/uploads/dauns.gif" medium="image">
			<media:title type="html">www.fadlie.web.id</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Islam di KALBAR</title>
		<link>http://warkop.wordpress.com/2008/10/21/sejarah-islam-di-kalbar/</link>
		<comments>http://warkop.wordpress.com/2008/10/21/sejarah-islam-di-kalbar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 16:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerianet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warkop.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Peneliti dari Amerika J Davidson pernah menyampaikan ketertarikannya mengenai perkembangan Islam di Kapuas Hulu. Katanya, bagaimana di pedalaman Kapuas Hulu ini, Islam menjadi agama mayoritas? Kok, komposisinya bisa 60:40 ? Padahal Sintang, Sanggau, yang lebih dekat dekat pusat Islam, lebih dekat dengan pantai, konon lebih terbuka, penduduk yang bukan Islam jumlahnya lebih banyak.
Dua tahun sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=30&subd=warkop&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/tree_ahlulbayt.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-31" style="border:4px solid black;margin:5px;" title="tree_ahlulbayt" src="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/tree_ahlulbayt.jpg?w=147&#038;h=147" alt="" width="147" height="147" /></a>Peneliti dari Amerika J Davidson pernah menyampaikan ketertarikannya mengenai perkembangan Islam di Kapuas Hulu. Katanya, bagaimana di pedalaman Kapuas Hulu ini, Islam menjadi agama mayoritas? Kok, komposisinya bisa 60:40 ? Padahal Sintang, Sanggau, yang lebih dekat dekat pusat Islam, lebih dekat dengan pantai, konon lebih terbuka, penduduk yang bukan Islam jumlahnya lebih banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua tahun sudah berlalu. Sampai hari ini pertanyaan itu sedang berusaha dijawab. Sekaligus melengkapi informasi yang sampaikan Departemen Agama Kapuas Hulu hampir 20 tahun lalu, ketika Tim Peneliti Depag yang dipimpin Moch Malik berhasil menerbitkan naskah yang diberi judul Masuk dan Berkembangnya Islam di Kapuas Hulu. Yusriadi, Zainuddin Isman, dan Hermansyah mencoba menyumbangkan jawabnya melalui tesis masing-masing.<br />
<span id="more-30"></span><br />
Yusriadi (1999) menulis mengenai bahasa yang digunakan masyarakat Kapuas Hulu, Zainuddin Isman (2001) mengenai budaya masyarakat dengan pendekatan antropologinya, dan Hermansyah (2002) mengenai magi Ulu Kapuas. Selain itu, Haitami Salim, dkk (2000), menulis mengenai Islam di pedalaman Kalimantan Barat, dengan fokus keberagamaan masyarakat Embau. Januari 2003 Yusriadi dan Hermansyah menerbitkan buku Orang Embau, sebuah potret mikro masyarakat pedalaman Kalimantan, masyarakat di Kapuas Hulu. Insya Allah beberapa bulan mendatang, Hermansyah dan Yusriadi dibantu H Zahry Abdullah, kembali menyelesaikan studi singkatnya mengenai fiqh pedalaman, karya seorang ulama besar di Jongkong, Bilal Lombok, yang hidup hampir 100 tahun lalu. Semua tulisan itu langsung atau tidak langsung merupakan usaha untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang dilakukan Lembaga Persaudaraan Sejati (Lepas) hari ini dengan mengumpulkan sejumlah akademisi dan pemerhati Kapuas Hulu juga merupakan bentuk perhatiannya pada kajian ini. Mudah-mudahan langkah LSM ini juga diikuti oleh kalangan yang lain yang perduli dengan sejarah dan asal usul. Sehingga antar satu usaha dengan usaha lain saling menggenapi. Gilirannya dapat membangun landasan akademik mengenai Islam di Kalbar, ataupun mengenai masyarakat pedalaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan sederhana ini merupakan studi lepas mengenai sejarah Islam di Kapuas Hulu. Berangkat dari kemusykilan atas sejumlah fakta dan data yang ditampilkan mengenai Islam di daerah ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menyoal Mayoritas Pedalaman </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan yang disampaikan kandidat Doktor asal Amerika itu, memang menarik dicermati. Ada beberapa alasan untuk itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, fakta mengenai wujudnya mayoritas muslim di pedalaman, lebih khusus lagi di sejumlah anak sungai, setahu kita kontroversi. Berbeda jauh dengan pemahaman dunia luar selama ini mengenai masyarakat Kalimantan, khususnya masyarakat pedalaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun pengetahuan mengenai Kalimantan masih terbatas, selama ini di dunia akademik, Kalimantan merupakan pulau orang Dayak. Atau, setidaknya ada image jika membicarakan mengenai Kalimantan –apalagi pedalaman, yang muncul dalam bayangan adalah orang Dayak . Yakni, pribumi Kalimantan yang hidup terkebelakang, beragama bukan Islam. Mungkin dengan asesoris tato, telinga panjang, telanjang dada bagi perempuan dan sejumlah image eksotik lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena tertarik dengan kesan eksotik itulah, sekian lama orang Dayak ini menjadi fokus perhatian dan menyita konsentrasi pembinaan landasan akademik mengenai pulau Kalimantan. Hampir-hampir masyarakat bukan Islam mengambil semua perhatian sarjana dan pakar. Collins sendiri pernah menduga ada alasan bukan akademik yang melandasi pilihan ini. (Lihat Collins 1995; Yusriadi 1999 ).</p>
<p style="text-align:justify;">Bisa dibayangkan ketika ternyata di tengah pulau Kalimantan, di hulu Sungai Kapuas justru lebih banyak orang bukan Dayak, ilmuan harus merombak total image itu. Mereka harus mengubah ‘postulat’ dan bahkan ‘ilmu’ mereka mengenai Kalimantan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua : Bagaimana Islam tersebar begitu meluas di kawasan ini? Pertanyaan ini lebih menarik lagi. Apalagi seperti kita ketahui tidak ada Kiyai, tak ada wali yang populer dan tak ada pondok. Bagaimana Islam diterima masyarakat dan bagaimana Islam berkembang? Siapa yang terlibat dalam melakukan Islamisasi massal di sini? Faktor apa yang membuat Islam bisa diterima secara ‘kaffah’ di sini?</p>
<p style="text-align:justify;">Masalahnya, catatan kolonial hanya menyinggung sedikit soal ini. Katanya, Jongkong mengirimkan mubalighnya ke dalam Sungai Embau untuk mengislamkan orang di sana.</p>
<p style="text-align:justify;">“Menurut seorang petugas penjajahan, Enthoven (1903) kerajaan Jongkong di muara Sungai Embau mengutus zendekingen ‘misi’, kalau mengikut makna istilah Belanda itu, untuk menyebarkan syiar Islam di hulu sungai. Para penduduk tidak disuruh atau dipaksa tetapi diyakini melalui amanah dan amal mubaligh yang diutuskan” (Collins 2003 : xii)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam komunikasi pribadi Collins mengajak berspekulasi bahwa selain karena pendekatan tersebut, Islam diterima secara massa oleh orang Embau –sebagai contohnya, karena kehadiran Belanda. Seperti diketahui missionaris yang berusaha mengagamakan masyarakat pribumi di sini memang dikaitkan dengan orang putih, kira-kira dianggap sama dengan orang Belanda. Karena itu resistensi kepada Belanda dan Kristen menyebabkan mereka menerima Islam dengan mudah .</p>
<p style="text-align:justify;">Soalnya sekarang, kita memang memiliki informasi yang agak baik mengenai Islam di Sungai Embau sekarang, namun tidak untuk Sungai Bunut, atau Sungai Silat. Pertanyaannya kemudian, apakah polanya sama dengan apa yang terjadi di Embau?</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga : Yang membuat kita penasaran juga adalah kenapa sebaran komunitas Islam dan bukan Islam seperti punya batas yang tegas. Batas itu, yakni arah selatan Sungai Kapuas sebagian anak-anak sungai didiami mayoritas (mutlak) Islam. Islam mendominasi di Sungai Embau, Bunut, merupakan dua sungai besar di Kapuas Hulu yang menganak ke selatan. Jika peta dibuat berdasarkan poros lintas selatan, membentang dari Bukit Biru, Nanga Tepuai, Riam Panjang, Boyan Tanjung, Nanga Semangut, hingga Putussibau, penduduknya Islam .</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, di bagian Utara, kebanyakannya beragama bukan Islam. Kawasan ini memanjang dari batas batas Kapuas Hulu, hingga berujung ke Kalimantan Timur. Sebut misalnya wilayah Badau dan Embaloh.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara awam kita percaya bahwa wujudnya pisahan ini terjadi tidak secara kebetulan. Tetapi ada usaha, ada upaya, dari kalangan mubaligh ratusan tahun lalu. Mesti ada penjelasan yang bisa diberikan, di kemudian hari melalui penelitian.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Islam Masuk ke Kapuas Hulu</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan mengenai Islam di Kapuas Hulu masih terbatas. Jika diibaratkan gambar, maka informasi itu masih berserakan berbentuk fragmen. Di sana sedikit, di sini sedikit, terpisah-pisah sifatnya. Karena itu untuk melihat gambaran yang agak utuh maka perlu didefragmentasikan, perlu disusun oleh mereka yang ahli.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejauh ini ada beberapa tulisan yang menyinggung tentang Islam dan Islamisasi di Kapuas Hulu. Moch Malik dkk, mengatakan Islam kononnya masuk abad ke-6. Pada tempat lain Islam berkembang pada abad ke-18-19. Ketika itu sejumlah guru datang dari luar daerah mengajarkan Islam di pusat-pusat administrasi kerajaan: seperti Suhaid, Selimbau, Piasak, Jongkong, dan Bunut. Guru ini mendirikan madrasah mini. Peranan kerajaan kecil ini juga disoroti dalam tulisan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang dari sekian banyak sumber yang bisa dipergunakan untuk melakukan studi sejarah, tulisan ini bisa digunakan sebagai data awal. Data-data hasil wawancara dengan tokoh agama di setiap kecamatan bisa menjadi titik tolak untuk kajian yang lebih mendalam dan akademis. Kelemahan metodologis, bisa diperbaiki melalui kajian lanjutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, masih ada sumber lain yang bisa digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai Islam di sini. Seperti yang dikatakan Collins (2003), van Kessel tahun 1850 merupakan petugas kolonial Belanda yang pertama menerbitkan hasil observasinya mengenai Islam di Kapuas Hulu. Bahan ini dimanfaatkan oleh penulis Belanda kemudian, seperti PJ Vath (1854), Enthoven (1903) dan Victor T. King (1993). Berdasarkan sumber ini, Islam masuk sekitar tahun 1800-an, yakni tahun-tahun sebelum observasi van Kessel dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Sungai Embau misalnya, ketika catatan dibuat tahun 1850, dia mengatakan dalam tahun akhir-akhir imi Dayak di Sungai Embau telah memeluk agama Islam (Lihat Collins 2003: xii).</p>
<p style="text-align:justify;">‘Aan de rivier de Embouw of Mouw die zich hier met de Kapoeas vereenigt, wonen vrije Dajaks &#8230; daar zij voor eenige jaren den Islam hebben aangenomen, thans tot de Maleijers kunnen gerekend worden’.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Yusriadi (1999), Haitami, dkk (2000) serta Yusriadi dan Hermansyah (2003) disebutkan di kawasan Sungai Embau telah tersebar 200-300 tahun lalu dalam beberapa generasi. Salasilah generasi ditampilkan untuk mendapatkan kalkulasi tersebut. Sumbangan lain yang cukup berarti adalah catatan-catatan mereka mengenai dinamika keberagamaan masyarakat Islam di sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Zainuddin Isman (20001) juga memberikan sumbangan untuk kita memahami sejarah masyarakat Kapuas Hulu ini. Dengan pendekatan antropologi, Zainuddin menceritakan kepada kita bagaimana keadaan penduduk Islam di daerah Temuyuk, sebuah kampung di anak Sungai Bunut, puluhan kilometer ke arah utara Sungai Embau. Sekaligus tulisan ini menambah kosa pemahaman kita mengenai proses Islamisasi, seperti ketika kita melihat apa yang ditulis Hermansyah kemudian.</p>
<p style="text-align:justify;">Hermansyah (2002) melalui penelitian Ilmu-nya menyoroti secara mikro proses Islamisasi di kawasan ini. Temuannya mengantarkan kita pada kesimpulan bahwa, penyebar agama Islam dahulu di Ulu Kapuas ini telah mengawinkan budaya lokal yakni kepercayaan kepada magi dengan unsur-unsur Islam. Cara ini telah menyebabkan Islam begitu mudah diterima masyarakat. Hermansyah juga menduga Islam sufistik yang menjurus pada sinkritisme berkembang dahulu di sini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Beberapa Agenda Penelitian </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, gambaran sepintas lalu mengenai Islam di Kapuas Hulu masih terbatas. Karena itu, informasi ini masih dianggap sebagai informasi mentah; masih berserakan, yang menuntut tafsiran. Diperlukan penelitian mendalam di kemudian hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pengetahuan terbatas dan minimnya kemampuan, setakat ini diajukan beberapa agenda yang perlu diselesaikan sehingga tersusun satu kesepahaman sejarah. Wujudnya perbedaan tahun masuknya Islam ke daerah ini bisa jadi harus ditafsirkan bahwa Islam sudah masuk pada masa tersebut, tetapi belum berkembang luas. Agama ini masih dianut beberapa orang saja. Faktor sosial menyebabkan Islam baru berkembang pada menjelang abad ke-19. Ketika Belanda datang dan mencoba mengagamakan penduduk setempat, sembari menguasai sumber alam setempat.</p>
<p style="text-align:justify;">Bisa juga ditafsirkan, perbedaan tahun terjadi karena perbedaan lokasi. Maksudnya, masuknya Islam di Selimbau yang berada di jalur terbuka, berbeda dengan masuknya Islam di Riam Panjang misalnya, yang tertutup jauh lagi di dalam sungai Embau. Perhubungan yang sulit ketika itu menyebabkan Islam tidak bisa tersebar secara serentak. Dan inilah yang menyebabkan ada perbedaan tahun tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bisa juga ditafisrkan bahwa salah satu sumber ada yang terkeliru sehingga muncul tafsiran yang salah. Misalnya yang satu mengaitkan dengan masuknya Islam di kawasan pesisir pantai –yang mendasarkan dugaannya dengan sejarah kawasan. Pokoknya, ada banyak kemungkinan, dan ini memerlukan diskusi terus menerus, penggalian data yang serius dan tentu saja oleh mereka yang ahli. Sebab orang yang tidak ahli akan menafsirkan berdasarkan perasaan dan kemampuan yang minimun, yang justru kadang menyesatkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, ada pertanyaan lain yang mesti diselesaikan. Siapa yang melakukan Islamisasi ratusan tahun lalu itu? Siapa tokoh sentral? Memang ada beberapa nama yang disebutkan terlibat dalam usaha ini (Lihat Moch Malik dkk 1985). Di antara nama-nama itu perlu dibahas dengan mendalam. Kajian biografi merupakan jawaban atas data ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai metode sedikit banyak kita sudah mendapat gambarannya. Meskipun tidak dikenal dengan institusi pondok –Pondok Pesantren Pertama Kapuas Hulu di Nanga Tepuai tahun 1990-an, namun kegiatan pengembangan Islam bisa dilakukan. Tetapi menarik mengimbas kembali apa yang disampaikan penulis Belanda yang mengenal istilah Islam transisi. Maksudnya, adalah ada sekelompok masyarakat yang memeluk Islam tetapi mereka belum melaksanakan ajaran Islam dengan baik. Setidaknya dalam catatan tersebut, disebutkan penduduk Islam yang masih minum tuak, memelihara anjing dan makan babi (Lihat Yusriadi 2002).</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang disinggung dalam Yusriadi (2002) mungkin juga merupakan jawaban sementara atas proses ini. Dengan mengambil cerita larangan makan babi dikaitkan dengan kisah Saydina Ali dan isterinya. Walaupun dalam sejarah Islam tidak ditemukan cerita ini, namun mubaligh memanfaatkannya untuk memberi penjelasan singkat larangan makan babi berdasarkan logika tradisional, logika masyarakat setempat kita itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau istilah Islam transisi yang disinggung penulis Belanda merupakan bentuk strategi Islamisasi yang dilakukan oleh mubaligh. Maksudnya, biarlah masyarakat lokal masih memelihara anjing, makan babi dan minum tuak, biarlah mereka mengikuti kebiasaan mereka, yang penting konversi agama dengan starting pointnya pada syahadat (kesaksian) sudah dilakukan. Dengan begitu, misionaris tidak bisa apa-apa. Entahlah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penutup</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataannya, data awal mengenai Kapuas Hulu memang sangat menarik. Profesor Linguistik Sejarah asal Amerika James T Collins , membawa kita pada beberapa persoalan data sejarah masyarakat Embau khususnya, Kapuas Hulu umumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya, bahasa apa yang dipakai masyarakat ini sebelum memereka menukar agama secara ini? Apakah bahasa mereka berubah? Apakah cara hidup mereka berubah –sejauh mana perubahan itu?, sebelum dan setelah masuk Islam ?</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mencari jawaban tentu tidak mudah. Karena itu kita berharap ada usaha penelitian secara serius dilaksanakan. Tidak bisa dilakukan dengan sepintas lalu seperti penelitian yang dilaksanakan Moch Malik dan kawan-kawan. Begitupun penelitian yang dilakukan Yusriadi, Zainuddin Isman dan Hermansyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun sumbangan dari berbagai sudut diperlukan, apa yang paling mendasar adalah, kita perlukan sejarawan. Sedangkan mereka yang melakukan usaha pencatatan sejarah sekarang ini hanya guru agama, peminat Linguistik, Tasauf, Antropologi. Mereka ini secara kebetulan tertarik untuk sepintas lalu menyoroti sejarah ini.. Kita mesti melahirkan seorang sarjana sejarah sehingga bisa mengupas fenomena ini secara intensif.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang penting dicamkan, bidang kajian sejarah bukan hal yang remeh temeh. Kata orang bijak : Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Kita ingin jadi bangsa yang bijak, yang menghargai sejarah lokal kita. Tetapi malangnya, kita ‘belum punya’ sejarah. Kita justru masih merasa belum ada apa-apanya. Masih terbuai oleh sejarah besar kawasan lain. Alahai.**</p>
<p style="text-align:justify;">Bibliografi</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Collins, J. T. 1995. Kalimantan Barat Sebagai Titik Tolak Pengkajian Sejarah Bahasa Melayu. Kerta Kerja Dialog Borneo-Kalimantan V, Pontianak.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Collins, J.T. 2003. Alam Melayu dan Masyarakat Embau. Dalam Yusriadi dan Hermansyah 2003. Orang Embau: Potet Masyarakat Pribumi Kalimantan. Pontianak: STAIN Press – Adi Karya IKAPI – The Ford Foundation.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Haitami Salim, dkk. 2000. Islam di Pedalaman Kalimantan Barat, Studi Kasus atas Keberagamaan Masyarakat Embau. Pontianak: STAIN.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Hermansyah. 2001. Magi Ulu Kapuas. Tesis MA IAIN Sunan Ampel, Semarang.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Moch Malik, dkk. 1985. Masuk dan Berkembangnya Islam di Kapuas Hulu. Naskah.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Yusriadi. 1998. Tuhfat Al-Nafis : Merangka Episode Sejarah Kalbar. Makalah disampaikan dalam Bengkel Karya Agung Tuhfat Al-Nafis. ATMA.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Yusriadi. 1999. Dialek Melayu Ulu Kapuas. Tesis MA Universiti Kebangsaan Malaysia.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Yusriadi. 2000. Islamisasi di Pedalaman Kalbar, Perspektif Linguistik dan Tradisi Lisan. Khatulistiwa 1: 12-32.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Yusriadi. 2002. Islam Transisi di Kapuas Hulu. Naskah.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Yusriadi. dan Hermansyah. 2003. Orang Embau: Potet Masyarakat Pribumi Kalimantan. Pontianak: STAIN Press – Adi Karya IKAPI – The Ford Foundation.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Zainuddin Isman. 2001. Orang Melayu di Kalimantan Barat, Kajian Perubahan Budaya pada Komuniti Pesisir dan Komuniti Pedalaman. Tesis MA Universiti Kebangsaan Malaysia.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://yusriadiebong.blogspot.com/2008/01/sejarah-islam-di-kapuas-hulu-dalam.html</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warkop.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warkop.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warkop.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warkop.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warkop.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warkop.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warkop.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warkop.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warkop.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warkop.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=30&subd=warkop&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warkop.wordpress.com/2008/10/21/sejarah-islam-di-kalbar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1941ee39d2be359a7fbf94e5f0a557a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cerianet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/tree_ahlulbayt.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tree_ahlulbayt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Da’wah dan tarbiyah</title>
		<link>http://warkop.wordpress.com/2008/04/06/da%e2%80%99wah-dan-tarbiyah/</link>
		<comments>http://warkop.wordpress.com/2008/04/06/da%e2%80%99wah-dan-tarbiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 02:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerianet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Forum FFI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warkop.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Da’wah dan tarbiyah adalah amanah Allah yang wajib diemban dengan penuh kesungguhan sebagai manifestasi kesungguhan kita pada-Nya atas hidayah-Nya kepada kita sehingga kita dapat mengenal dan menelusuri jalan yang mulia ini. Selain bahwa kesadaran kita terhadap amanah besar ini adalah merupakan syarat utama untuk beristiqmah di jalan ini. Makanya seluruh bentuk futur, kelalaian dan kemalasan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=17&subd=warkop&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/tyt09n8bsgzrskq79i55.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-21" style="border:5px solid black;margin:5px;" title="tyt09n8bsgzrskq79i55" src="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/tyt09n8bsgzrskq79i55.gif?w=127&#038;h=129" alt="" width="127" height="129" /></a>Da’wah dan tarbiyah adalah amanah Allah yang wajib diemban dengan penuh kesungguhan sebagai manifestasi kesungguhan kita pada-Nya atas hidayah-Nya kepada kita sehingga kita dapat mengenal dan menelusuri jalan yang mulia ini. Selain bahwa kesadaran kita terhadap amanah besar ini adalah merupakan syarat utama untuk beristiqmah di jalan ini. Makanya seluruh bentuk futur, kelalaian dan kemalasan, bersumber dari kurangnya kesadaran terhadap amanah ini dan kurang syukur terhadap ni’mat Allah yang amat besar ini, sekaligus !</p>
<p style="text-align:justify;">Da’wah dan tarbiyah adalah perjalanan panjang, sepanjang hayat kita, selama jantung masih berdetak, selama darah masih mengalir, kapan dan dimanapun kita berada, maju terus pantang mundur, betapa dan bagaimanapun tantangan yang kita hadapi !!</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah jalan kesungguhan ! Ini adalah jalan jihad ! Ini adalah jalan kesetiaan terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya SAW ! Ini adalah jalan para mujahidin sepanjang zaman. Jalan kemuliaan dan keselamatan hakiki. Jalan ini menuntut peningkatan pemahaman dan budaya saling menasehati atas dasar keikhlasan, secara berkesinambungan, yang akan menjadi motor penggerak untuk mewujudkan mujahadah disegala aspek amal jama’i secara seimbang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-17"></span>Kendala-kendala nafsiyah adalah salah satu sisi terpenting dalam kepribadian kita yang perlu mendapat prioritas dari kita semua. Karena hampir seluruh kegagalan/kemandekan/kelambanan di jalan ini bersumber dari kendala nafsiyah. Untuk itu nafsiyah kita wajib kita perhatikan secara seksama melalui muhasabah yang serius, tazkiyah yang rutin dengan penuh kejujuran dan keikhlasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kesempatan kali ini, perkenankanlah ana untuk memaparkan satu renungan sederhana terhadap salah satu kendala nafsiyah yang sangat kalus tapi sangat berbahaya dalam perjalanan da’wah dan tarbiyah, yaitu : Ambisi pengakuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga tulisan sederhana ini dapat menjadi nasehat yang bermanfaat untuk diri ana dan segenap Ikhwah ana yang ana cintai karena Allah SWT, wabillahittaufiq.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengertian Materi :</p>
<p style="text-align:justify;">Ambisi pengakuan yang dimaksud dalam materi ini ialah.</p>
<p style="text-align:justify;">Keinginan yang tinggi untuk mendapatkan pengakuan/penghargaan dari orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Hubungan antara ambisi pengakuan dengan riya’.</p>
<p style="text-align:justify;">Ambisi pengakuan adalah motivator untuk riya’, sedang riya’ adalah keinginan untuk dipuji disaat berbuat satu amal. Selain itu, ambisi pengakuan lebih akrab dengan keinginan untuk mendapatkan kedudukan/kehormatan, sedang riya’ bersifat lebih umum.</p>
<p style="text-align:justify;">Hubungan antara ambisi pengakuan dengan instink keinginan untuk dipuji.</p>
<p style="text-align:justify;">Instink keinginan untuk dipuji itu adalah satu kekuatan untuk mewujudkan jati diri dalam kehidupan bermasyarakat, menyalurkan dan mengembangkan potensi diri secara positif. Ambisi pengakuan adalah refleksi keinginan untuk dipuji yang berlebihan dan mengarah kepada hal yang negatif menurut syari’ah dan da’wah. Disisi lain, instink keinginan untuk dupuji adalah salah satu sunnatullah dalam kejiwaan manusia yang harus dipahami oleh setiap da’I agar ia dermawan dalam memberikan pujian-pujian tulus pada setiap orang, pada saat yang tepat dan dalam porsi yang bijaksana.</p>
<p style="text-align:justify;">Hubungan antara ambisi pengakuan dengan sifat dinamis.</p>
<p style="text-align:justify;">Ambisi pengakuan tidaklah sama dengan sifat dinamis dan kreatif, karena ambisi pengakuan adalah jiwa, kondisi nafsiyah. Ia bisa saja berada pada orang yang dinamis, sebagaimana ia mungkin juga berada pada orang yang apatis. Sifat aktif, kreatif dan dinamis yang positif adalah sifat yang terpuji, selama ia bebas dari ambisi pengakuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan antara ambisi pengakuan dengan anjuran untuk bercita-cita tinggi.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Didalam QS : Al Furqan (25) Ayat 74, Allah SWT mengajarkan kepadda kita untuk berdo’a agar Allah menjadikan kita pemimpin para muttaqin. Ayat tersebut memberi isyarat motivasi kepada kita agar kita bercita-cita tinggi yang tentu harus dibarengi dengan kerja keras.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bercita-cita dan beridealisme tinggi berbeda dengan ambisi pengakuan, dari berbagai sisi, antara lain :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Bercita-cita tinggi yang diperintahkan oleh Allah SWT berdasarkan niat yang ikhlas, sedang ambisi pengakuan berdasarkan niat yang tidak ikhlas.</li>
<li>Bercita-cita tinggi yang diperintahkan oleh Allah SWT bersifat Rabbani, Allah oriented, salah satu refleksinya ialah banyak berdo’a kepada Allah SWT.</li>
<li>Bercita-cita tinggi yang diperintahkan oleh Allah SWT berdasarkan kemampuan dan kelayakan, karena seorang imam para muttaqin tentu berarti orang yang paling mampu dan paling layak untuk menjadi pemimpin dan ia dari kalangan muttaqin. Sedang ambisi pengakuan seringkali mengakibatkan naiknya orang-orang yang tidak layak dan tidak mampu untuk menjadi pemimpin, menurut kacamata Islam.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Urgensi materi :</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak hal yang mendasari pentingnya materi ini untuk dibahas dan diperhatikan secara seksama, antara lain sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Ambisi pengakuan adalah salah satu bentuk ketidak ikhlasan yang membuat amal itu sia-sia. Wal’Iyadzubillah</li>
<li>Ambisi pengakuan adalah penyakit yang sangat menghambat da’wah, karena bila ambisi ini tidak terpenuhi maka si penderita akan mogok da’wah dan tarbiyah, ataupun ikut dengan kurang bersemangat.</li>
<li>Ambisi pengakuan adalah salah satu sumber penyakit-penyakit berbahaya lainnya, seperti hasad, ghibah, persaingan yang tidak sehat dsb.</li>
<li>Ambisi pengakuan adalah penyakit yang sangat halus, seringkali tidak terasa; dan sulit terdeteksi oleh orang lain. Ia memerlukan ilmu dan kepekaan tersendiri.</li>
<li>Untuk mencapai kesehatan nafsiyah dari ambisi pengakuan, memerlukan kontrol jama’I dan berbagai latihan jama’i yang seringkali terasa sangat berat.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Atas dasar semua itulah maka kajian ini penting untuk dikaji secara serius, mendalam dan menghasilkan beberapa tindak lanjut yang kongkrit.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa fenomena ambisi pengakuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Agar kita dapat mendeteksi penyakit ini dalam diri kita sedini mungkin, kita perlu menghasilkan beberapa cirinya yang dapat kita rasakan. Ciri-ciri tersebut antara lain :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Keinginan dihati dari awal – sebelum berbuat – untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.</li>
<li>Meminta satu kedudukan / kehormatan dalam kondisi yang belum sangat terpaksa (masih ada orang lain yang mampu menerima kedudukan tersebut)</li>
<li>Perasaan dan sikap bangga (‘ujub) atas satu kedudukan / keberhasilan yang diperolehnya.</li>
<li>Perasaan enggan / sedih bila kedudukan yang dipegangnya itu dicopot, terutama disaat ia berhasil dalam posisi tersebut</li>
<li>Sangat aktif dalam bekerja dikala ia mendapat kehormatan, ide / usulnya diterima tapi sangat pasif dikala ia tidak mendapat kehormatan, atau ide / usulnya tidak disetujui.</li>
</ol>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebagai bahan renungan, mari kita mengambil beberapa pelajaran berharga dari kisah pemilihan Thalut sebagai raja, dalam QS : Al Baqarah (2) Ayat : 246 – 252.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, mari kita renungkan sabda Rasulullah SAW berikut ini :</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Musa Al Asy’ari RA, beliau mengatakan : Rasulullah SAW pernah bersabda :</p>
<p style="text-align:justify;">“Sesungguhnya kami, demi Allah ! kami tidak mengangkat sebagai pemimpin terhadap pekerjaan (jabatan) ini, seseorang yang memintanya. Dan (kami) tidak (mengangkat) seseorang yang sangat menginginkannya”</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Lafazh diatas adalah lafazh Imam Muslim. Shahih Bukhari : Kitab : Al Ahkam, hadits nomor : 6616. Shahih Muslim : Kitab Al Imarah, hadits nomor : 3402</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah beberapa ciri sederhana dari penyakit yang sangat berbahaya ini, semoga kita dikaruniai kepekaan batin oleh Allah SWT sehingga kita dapat merasakan setiap sinyal walau sangat redup dari penyakit ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa bahaya ambisi pengakuan.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Pemahaman terhadap seberapa besar bahaya suatu penyakit, sangat membantu dan sangat memotivasi kita untuk mengadakan tindakan prepentif, immunisasi terhadap penyakit tersebut, sebelum ia menyerang kita, atau tindakan pengobatan yang ekstra serius, dengan seluruh sarana yang memungkinkan, jika ia ternyata telah menyerang kita.</li>
<li>Pernyataan ini dapat kita terapkan secara utuh pada penyakit yang tengah kita bicarakan ini. Untuk itu, kita perlu memahami dampak negatif ambisi pengakuan terhadap diri kita dan terhadap da’wah sekaligus. Berikut ini beberapa dampak negatif tersebut :</li>
<li>Amalnya sia-sia. Karena amal sebesar dan sebanyak apapun bila tidak berdasarkan keikhlasan, tidak akan diterima oleh Allah SWT hasad, perasaan tidak senang pada setiap orang yang mendapat kehormatan yang lebih dari yang ia dapatkan, terutama pada orang yang seangkatan dengannya. Penyakit ini akan mengantar pada semangat untuk bersaing secara tidak sehat, akan memotivasi untuk berghibah, mengadu domba, berwajah dua; dst</li>
<li>Tidak tawazun. Karena perhatian yang sangat besar pada sisi yang dapat mengantar pada pengakuan, akan membuat perhatian dan kerja kita tidak seimbang. Berbagai program yang jauh dari pandangan orang lain seperti tazkiyah, da’wah terhadap isteri dan anak, amal-amal rahasia, akan diabaikan.</li>
<li>Egoisme. Perasaan selalu benar, perasaan benar sendiri, mampu sendiri, yang lain kurang mampu, adalah beberapa bentuk egoisme yang identik dengan ‘ujub, bahkan dapat menjelma menjadi ketakburan, jika ia dibarengi dengan pandangan merendahkan orang lain.</li>
<li>Futur. Perasaan lesu berharakah, malas beramal jama’I, keinginan untuk mundur dari jalan da’wah. Bahkan dalam kondisi yang kronis seseorang dapat insilakh (keluar dari jalan ini) dengan penuh kebencian dan upaya menjelek-jelekkannya pada orang lain. Wa’Iyadzubillah.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sebagai bahan renungan, mari kita renungkan perintah Allah SWT untuk bersabar bersama jama’ah yang shaleh, dalam QS : Al Kahfi (18) Ayat : 28</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya mari kita renungkan urgensi kontrol niat setiap saat agar ia suci dari keinginan-keinginan untuk mendapatkan sesuatu selain ridha Allah SWT, melalui tadabbur hadits mulia berikut ini :</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Musa Al Asy’ari RA, beliau mengatakan : “Seorang Arab Badui pernah bertanya kepada Nabi SAW :</p>
<p style="text-align:justify;">“Seseorang berperang untuk mendapatkan harta rampasan. Seseorang berperang untuk disebut-sebut; dan ia berperang untuk dipuji.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapakah (diantara mereka) yang berperang dijalan Allah ? Lalu Rasulullah SAW menjawab :</p>
<p style="text-align:justify;">“Siapa yang berperang agar kalimah Allahlah yang tertinggi, dialah yang berperang dijalan Allah”</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Lafazh diatas adalah lafazh Imam Muslim. Shahih Bukhari : Kitab : Al Khumus, hadits nomor : 2894. Shahih Muslim : Kitab Al Imarah, hadits nomor : 3523</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah beberapa bentuk singkat dari bahaya besar yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ambisi pengakuan ini, yang bila kita menyempatkan diri untuk merenungi ulang setiap point diatas, kita akan berkesimpulan bahwa semua itu sangat logis, benar dan sangat mungkin terjadi pada diri kita dan pada ikhwah kita, yang bahayanya tidak hanya bersifat pribadi, tapi sangat berbahaya pula untu da’wah dan harakah. Bentuk bahaya besar terhadap da’wah dan harakah tidak hanya terwujud pada kelambanan gerakan, karena adanya monopoli kerja, tapi yang jauh lebih berbahaya adalah jika hasil-hasil da’wah ini hancur lebur karena perpecahan atau insilakh !! Kita semua berlindung dari pada luthfullah untuk menjaga da’wah ini dari segala bahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Olehnya itu kita semua dituntut segera merasakan demikian besar amanah yang kita emban; demikian besar tantangan yang kita hadapi, terutama tantangan yang bersumber dari nafsiyah kita masing-masing, agar kita terus terpacu untuk senantiasa akrab, merapatkan shaf kita, saling terbuka terhadap nasehat dan teguran, meningkatkan loyalitas, kesetiaan, kesiapan untuk selalu taat, walaupun ketaatan itu terasa pahit. Semoga dengan demikian kita dapat mendekat pada rahmat dan taufiq Allah Yang Maha Pemurah.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa penyebab ambisi pengakuan</p>
<p style="text-align:justify;">Kesungguhan untuk mentazkiyah diri kita dari ambisi pengakuan, mengantar kita untuk mencari dan merenungkan faktor-faktor penyebab timbulnya penyakit ini, agar penyebab itu dapat kita hindari atau kita bermujahadah untuk menghilangkannya. Faktor-faktor penyebab tersebut antara lain sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Niat yang tidak ikhlas mulai dari awal perjalanan ini, ataupun setelah ditengah perjalanan. Disana jauh terpendam direlung hati yang paling dalam, ternyata ada yang diharapkan untuk pribadinya, selain ridha Allah !! “Allahumma, Ya Allah, luruskanlah hatiku ini”</li>
<li>Hubbud dunia. Gejolak cinta pujian, penghargaan, popularitas, kedudukan, harta, bisnis, isteri dan anak, ternyata demikian besar di hati ini, sehingga seringkali ia mengalahkan ni’matnya cinta Allah, cinta Rasulullah, cinta jihad di jalan Allah, cinta Akhirat, cinta Jannah !! “Allahumma Ya Allah ampunilah hamba-Mu ini”</li>
<li>Over pujian. Pujian yang berlebihan dan bersifat terus menerus apalagi jika pujian tersebut sejak masa remaja dari lingkungan sekitar, penghargaan seakan tiada hentinya, akan melahirkan ambisi pengakuan pada dirinya. Perasaan ‘ujub, egoisme, enggan untuk dinasehati, selalu ingin tampil, selalu ingin menonjol, monopoli pembicaraan, adalah sebagian dari sekian banyak refleksi ambisi pengakuan. “Allahumma Ya Allah, bimbinglah budak-Mu ini”</li>
<li>Tugas-tugas da’wah yang berlebihan. Pemberian tugas-tugas da’wah terutama yang bersifat keluar / “seakan” bernilai kehormatan seringkali benar-benar dirasakan sebagai kehormatan yang dini’mati !. Jika hal ini terjadi berulang kali tanpa tazkiyah dan tanpa kontrol jama’I, apalagi jika tugas-tugas semacam itu ditambah dan diperbanyak, ibarat benih di tanah mendapat pupuk, ambisi pengakuan itu tentu menjadi subur. “Allahumma Ya Allah, kami semua memohon rahmat-Mu”.</li>
<li>Ukhuwah yang kurang kuat. Bila ukhuwah kurang kuat, bila hati kurang dekat, saling menasehatipun akan kurang, saling menegurpun akan segan. Yang ada ialah penghargaan basa basi, banyak kerja, kurang kontrol. Silaturrahmi akan jarang, pembicaraan dari hati ke hati lebih jaranh lagi. Kondisi seperti ini tidak hanya kondusif terhadap penyakit ambisi pengakuan saja, tapi juga terhadap sejumlah penyakit dan kelemahan lainnya. “Allahumma, Ya Allah, kami semua memohon kekuatan dari-Mu.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sebagai bahan renungan, mari kita hayati secara berulang-ulang, firman suci Allah SWT dalam QS : At Taubah (9) Ayat : 24 QS : At Taubah (9) : 111 – 112.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah beberapa faktor penyebab timbulnya penyakit ambisi pengakuan yang tentu layak kita renungkan agak lama, terutama yang berkaitan dengan diri kita secara pribadi, sebab renungan itu akan kekurangan ma’nanya jika yang ada di benak kita adalah orang lain. Tidak ! Diri kitalah secara pribadi yang harus bangkit terlebih dahulu. “Karena sungguhm kekurangan dan penyakit nafsiyah ana masih terlalu banyak, sehingga ana perlu mengkhususkan waktu yang cukup untuk merenungkan kondisi pribadi yang sangat lemah ini”. Demikianlah hendaknya kita berbicara dan bertekad pada diri kita masing-masing.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/warkop.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/warkop.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warkop.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warkop.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warkop.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warkop.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warkop.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warkop.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warkop.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warkop.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warkop.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warkop.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=17&subd=warkop&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warkop.wordpress.com/2008/04/06/da%e2%80%99wah-dan-tarbiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1941ee39d2be359a7fbf94e5f0a557a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cerianet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/tyt09n8bsgzrskq79i55.gif" medium="image">
			<media:title type="html">tyt09n8bsgzrskq79i55</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam in Eropa</title>
		<link>http://warkop.wordpress.com/2008/02/03/agama-yang-berkembang-paling-pesat-di-eropa/</link>
		<comments>http://warkop.wordpress.com/2008/02/03/agama-yang-berkembang-paling-pesat-di-eropa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 07:09:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerianet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Mouslem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warkop.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: www.harunyahya.com
Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=16&subd=warkop&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumber: www.harunyahya.com</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/islameropa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-25" style="border:5px solid black;margin:1px 5px;" title="islameropa" src="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/islameropa.jpg?w=269&#038;h=184" alt="" width="269" height="184" /></a>Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur&#8217;an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa &#8220;serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia&#8221;, dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.</p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia. Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis, laporan, dan tulisan seputar &#8220;kedudukan kaum Muslim di Eropa&#8221; dan &#8220;dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim.&#8221; Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim. Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi. Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul &#8220;Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa&#8221; membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.</p>
<p><strong>Gereja Katolik dan Perkembangan Islam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Gereja Katolik Roma, yang berpusat di kota Vatican, adalah salah satu lembaga yang mengikuti fenomena tentang kecenderungan perpindahan agama. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan Oktober 1999 muktamar gereja Eropa, yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta Katolik, adalah kedudukan Gereja di milenium baru. Tema utama konferensi tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di Eropa. The National Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis keras menyatakan bahwa satu-satunya cara mencegah kaum Muslim mendapatkan kekuatan di Eropa adalah dengan berhenti bertoleransi terhadap Islam dan umat Islam; kalangan lain yang lebih objektif dan rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama percaya pada satu Tuhan, sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun persengketaan di antara keduanya. Dalam satu sesi, Uskup Besar Karl Lehmann dari Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan internal dalam Islam daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani, dan pernyataan-pernyataan radikal seputar Islam sesungguhnya tidak memiliki dasar.</p>
<p style="text-align:justify;">Mempertimbangkan kedudukan kaum Muslim di saat menjelaskan kedudukan Gereja di milenium baru sangatlah tepat, mengingat pendataan tahun 1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan 1998, jumlah penduduk Muslim Eropa meningkat lebih dari 100 persen. Dilaporkan bahwa terdapat sekitar 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa saat ini: 3,2 juta di Jerman, 2 juta di Inggris, 4-5 juta di Prancis, dan selebihnya tersebar di bagian Eropa lainnya, terutama di Balkan. Angka ini mewakili lebih dari 2% dari keseluruhan jumlah penduduk Eropa.</p>
<p><strong>Kesadaran Beragama di Kalangan Muslim Meningkat di Eropa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penelitian terkait juga mengungkap bahwa seiring dengan terus meningkatnya jumlah Muslim di Eropa, terdapat kesadaran yang semakin besar dalam menjalankan agama di kalangan para mahasiswa. Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Prancis Le Monde di bulan Oktober 2001, dibandingkan data yang dikumpulkan di tahun 1994, banyak kaum Muslims terus melaksanakan sholat, pergi ke mesjid, dan berpuasa. Kesadaran ini terlihat lebih menonjol di kalangan mahasiswa universitas.(3)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah laporan yang didasarkan pada media masa asing di tahun 1999, majalah Turki Aktüel menyatakan, para peneliti Barat memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi salah satu pusat utama perkembangan Islam</p>
<p><strong>Islam adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Eropa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini, kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja, akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa.</p>
<p style="text-align:justify;">Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389) memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. Kini banyak pakar sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.</p>
<p><strong>Bersatu pada Pijakan Bersama: &#8220;Monoteisme&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan Islam juga tercerminkan dalam perkembangan dialog antar-agama baru-baru ini. Dialog-dialog ini berawal dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam, Yahudi, dan Nasrani) memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang sama. Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan hubungan yang penting, khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. Dalam Al Qur&#8217;an, Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim mengajak kaum Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu pijakan yang disepakati bersama:</p>
<blockquote><p>Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: &#8220;Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).&#8221; (QS. Ali &#8216;Imran, 3: 64)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama. Percaya pada keberadaan dan keesaan Tuhan, malaikat, Nabi, Hari Akhir, Surga dan Neraka, adalah ajaran pokok keimanan mereka. Di samping itu, pengorbanan diri, kerendahan hati, cinta, berlapang dada, sikap menghormati, kasih sayang, kejujuran, menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil, serta berperilaku mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang disepakati bersama. Jadi, karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama, mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan, peperangan, dan penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. Ketika dilihat dari sudut pandang ini, dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih penting. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari agama-agama ini, serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya, terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an.</p>
<p><strong>Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada, terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara, dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali baru. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur&#8217;an akan tersebar luas. Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan dalam Al Qur&#8217;an 14 abad yang lalu:</p>
<blockquote><p>Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur&#8217;an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS. At Taubah, 9: 32-33)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Selain ayat-ayat ini, banyak hadits Nabi kita SAW menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Qur&#8217;an akan meliputi dunia. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia, umat manusia akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman, ketidakadilan, kepalsuan, kecurangan, peperangan, permusuhan, persengketaan, dan kebobrokan akhlak merajalela.  Kemudian akan datang Zaman Keemasan, di mana tuntunan akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. Sejumlah hadits ini, juga ulasan para ulama mengenai hadits tersebut, dipaparkan sebagaimana berikut:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selama [masa] ini, umatku akan menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka belum pernah mengalami hal seperti itu. [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. (Sunan Ibnu Majah)</p>
<p style="text-align:justify;">… Penghuni langit dan bumi akan ridha. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh, dan langit akan menumpahkan hujan dalam jumlah berlimpah. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada penduduk bumi, orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. (Muhkhtasar Tazkirah Qurtubi, h. 437)</p>
</blockquote>
<blockquote><p>Bumi akan berubah seperti penampan perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan &#8230; (Sunan Ibnu Majah)</p>
<p style="text-align:justify;">Bumi akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman. (Abu Dawud)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Keadilan akan demikian  jaya sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya; lebih jauh, sesuatu yang menjadi milik orang lain, sekalipun bila terselip di antara gigi-geligi seseorang, akan dikembalikan kepada pemiliknya… Keamanan meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa diantar laki-laki.  (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul Mukhtasar fi `Alamatul Mahdi al Muntazar, h. 23)</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan, kemakmuran, keberlimpahan, kesejahteraan, rasa aman, perdamaian, dan persaudaraan akan menguasai kehidupan umat manusia, dan merupakan suatu zaman di mana manusia merasakan cinta, pengorbanan diri, lapang dada, kasih sayang, dan kesetiaan. Dalam hadits-haditsnya, Nabi kita SAW mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi, yang akan datang di Akhir Zaman untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan, ketidakadilan, dan kehancuran akhlak. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan kezaliman yang merajalela. Selain itu, ia akan menegakkan agama seperti di masa Nabi kita SAW, menjadikan tuntunan akhlak Al Qur&#8217;an meliputi umat manusia, dan menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Qur&#8217;an dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini.</p>
<blockquote><p>Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: &#8220;Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).&#8221; (QS. Ali &#8216;Imran, 3: 64)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama. Percaya pada keberadaan dan keesaan Tuhan, malaikat, Nabi, Hari Akhir, Surga dan Neraka, adalah ajaran pokok keimanan mereka. Di samping itu, pengorbanan diri, kerendahan hati, cinta, berlapang dada, sikap menghormati, kasih sayang, kejujuran, menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil, serta berperilaku mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang disepakati bersama. Jadi, karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama, mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan, peperangan, dan penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. Ketika dilihat dari sudut pandang ini, dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih penting. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari agama-agama ini, serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya, terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an.</p>
<p><strong>Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada, terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara, dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali baru. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur&#8217;an akan tersebar luas. Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan dalam Al Qur&#8217;an 14 abad yang lalu:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur&#8217;an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS. At Taubah, 9: 32-33)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Selain ayat-ayat ini, banyak hadits Nabi kita SAW menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Qur&#8217;an akan meliputi dunia. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia, umat manusia akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman, ketidakadilan, kepalsuan, kecurangan, peperangan, permusuhan, persengketaan, dan kebobrokan akhlak merajalela.  Kemudian akan datang Zaman Keemasan, di mana tuntunan akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. Sejumlah hadits ini, juga ulasan para ulama mengenai hadits tersebut, dipaparkan sebagaimana berikut:</p>
<blockquote><p>Selama [masa] ini, umatku akan menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka belum pernah mengalami hal seperti itu. [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. (Sunan Ibnu Majah)</p>
<p>… Penghuni langit dan bumi akan ridha. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh, dan langit akan menumpahkan hujan dalam jumlah berlimpah. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada penduduk bumi, orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. (Muhkhtasar Tazkirah Qurtubi, h. 437)</p></blockquote>
<blockquote><p>Bumi akan berubah seperti penampan perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan &#8230; (Sunan Ibnu Majah)</p>
<p>Bumi akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman. (Abu Dawud)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Keadilan akan demikian  jaya sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya; lebih jauh, sesuatu yang menjadi milik orang lain, sekalipun bila terselip di antara gigi-geligi seseorang, akan dikembalikan kepada pemiliknya… Keamanan meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa diantar laki-laki.  (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul Mukhtasar fi `Alamatul Mahdi al Muntazar, h. 23)</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan, kemakmuran, keberlimpahan, kesejahteraan, rasa aman, perdamaian, dan persaudaraan akan menguasai kehidupan umat manusia, dan merupakan suatu zaman di mana manusia merasakan cinta, pengorbanan diri, lapang dada, kasih sayang, dan kesetiaan. Dalam hadits-haditsnya, Nabi kita SAW mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi, yang akan datang di Akhir Zaman untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan, ketidakadilan, dan kehancuran akhlak. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan kezaliman yang merajalela. Selain itu, ia akan menegakkan agama seperti di masa Nabi kita SAW, menjadikan tuntunan akhlak Al Qur&#8217;an meliputi umat manusia, dan menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Qur&#8217;an dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini.<br />
Rujukan:</p>
<p style="text-align:justify;">1. &#8220;Europe&#8217;s Muslims Worry Bishops,&#8221; National Catholic Reporter, 22 Oktober 1999<br />
2. &#8220;Muslims in Europe,&#8221; The Economist, 18 Oktober 2001.<br />
3. Time, 24 Desember 2001.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/warkop.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/warkop.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warkop.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warkop.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warkop.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warkop.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warkop.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warkop.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warkop.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warkop.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warkop.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warkop.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=16&subd=warkop&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warkop.wordpress.com/2008/02/03/agama-yang-berkembang-paling-pesat-di-eropa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1941ee39d2be359a7fbf94e5f0a557a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cerianet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/islameropa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">islameropa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Cinta dalam Islam</title>
		<link>http://warkop.wordpress.com/2007/11/10/indahnya-cinta-di-dalam-islam/</link>
		<comments>http://warkop.wordpress.com/2007/11/10/indahnya-cinta-di-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 15:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerianet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Forum FFI]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warkop.wordpress.com/2007/11/10/indahnya-cinta-di-dalam-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Cinta di dalam Islam sebenarnya tiada hubungan romantic atau caring atas alasan jika benar pencinta yang memahami corak Islam lebih ke arah menulis peringatan-peringatan Allah di dalam konteks cara perhubungan walaupun mungkin tidak pernah berdating…malah orang yang bercinta dalam bentuk syariat Islam takut untuk berhubungan secara menulis…kerana was-was dengan keupayaan menahan bentuk luahan hati yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=15&subd=warkop&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/loveislam.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-28" style="border:4px solid black;margin:1px 5px;" title="loveislam" src="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/loveislam.jpg?w=163&#038;h=163" alt="" width="163" height="163" /></a>Cinta di dalam Islam sebenarnya tiada hubungan romantic atau caring atas alasan jika benar pencinta yang memahami corak Islam lebih ke arah menulis peringatan-peringatan Allah di dalam konteks cara perhubungan walaupun mungkin tidak pernah berdating…malah orang yang bercinta dalam bentuk syariat Islam takut untuk berhubungan secara menulis…kerana was-was dengan keupayaan menahan bentuk luahan hati yang akan menimbulkan *zina hati*. Malah orang yang benar-benar beriman takut untuk berhubungan melalui telefon atau kaedah bercakap yang penuh lemah-lembut dalam bentuk hubungan lain seperti chatting kerana biasanya kekerapan hubungan percakapan lebih ke arah tidak tertapis dan bisa ~menggoda keimanan~ dengan rasa ^rindu^ dengan suara dan gurauan sehingga akhirnya membuat tautan rasa cinta ~asmaradana~ bermula kecuali bagi mereka yang benar-benar tiada masalah hati…itu pun boleh menjadi satu bentuk perhubungan awalan jika tidak disekat.</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Semakin kerap berhubung akan menjadikan semakin rapat perhubungan dan akhirnya tanpa mengimbangkan ^kewarasan akal^ dan lebih mementingkan ^perasaan &amp; nafsu^ akhirnya menjerumus kepada fahaman itulah ^cinta^ yang sebenarnya. Kerana atas dasar apa?? &gt;&gt;&gt;rasa rindu yg amat sangatt&lt;&lt;&lt; …sedangkan hakikat rindu yang sebenar hanyalah satu; rindukan Allah. Orang yang beriman dapat menangkis ketahanan rindu apabila asas cinta benar-benar berlandaskan –-&gt; iman &lt;—.</p>
<p style="text-align:justify;">Cinta berasaskan Islam ialah cintakan [kebaikan] [keimanan] dan [keutuhan pendirian] kerana ia adalah asas kepada tiang pengukuhan iman di hari depan. Malah cinta di dalam Islam lebih ke arah rasa hormat, malu dengan kewarakan responden kerana itulah cinta hakiki yang tidak boleh dijual beli. Malah malu untuk berkata-kata di sebalik kata-kata yang tidak sepatutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Malah, masalah samada sayang ke, samada tak sayang ke…tidak timbul…kerana asas cinta sebenar ialah keupayaan untuk sama-sama menggembleng meningkatkan iman andaikata terbina ikatan yang di akhiri ukhwah Islamiyah di dalam pemantapan jasmani &amp; rohani. Itulah cinta yang sebenar di dalam Islam…bukan seperti sebahagian anak muda yang tidak memahami konteks percintaan hakiki yang yang mana terlalu mudah jatuh cinta dengan hanya sekali pandang, dan juga dengan hanya tautan kata-kata.</p>
<p style="text-align:justify;">Sememangnya tidak dinafikan kuasa cinta benar-benar dapat menguasai respondennya. Ada yang berubah sikap dengan rangsangan cinta…contoh ada yang semakin beriman, semakin baik dan semakin terdidik kerana nasihat &amp; peringatan oleh orang yang di cintainya. Tetapi adakah rangsangan itu akan terus berkekalan andaikata :: cinta berpaling arah :: atau tidak menjadi. Inilah yang di bimbangi kerana rangsangn cinta murahan hanya satu &lt; kepura-puraan &gt; yang tidak berkekalan atas asas tujuan untuk memikat hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang jadi baek…bercakap yang baek2 di depan orang yang di cintainya…almaklomle yang di cintai itu seorang yang beriman…tetapi bila bercakap dengan kawan-kawan yang laen mulalah membebel ntahapehape kerana asas malu tiada.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebab itu di dalam konteks perhubungan cinta sesama Islam…jika ingin memulakan ikatan cinta itu…berasaskan cinta yang penuh didikan “iman”… perhati muamalat responden agar tidak tersalah jatuh di dalam ^jerat percintaan^ yang tak patut…sebab ia lebih ke arah mengheret masalah baru…mungkin akan menjatuhkan ke lembah hina.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila seorang menyampaikan hasrat cintanya…perhatikan agamanya, kebaikannya dan segalanya sejak dia belum mengenali kita…maksud sifat asalnya dan muamalat asalnya…kerana jika kita mudah membenarkan hati di lalui…ia hanya akan membuka peluang kepada ke arah #ketidakfahaman# konsep cinta berasaskan Islam. Uji mereka dulu dengan corak akhlak dan pergaulan yakni jangan membenarkan diri kita dirapati akan perasaan mereka…agar menimbulkan keraguan dan was-was yang kita tidak menerima cinta mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini tidak, anak gadis dan pemuda suka :: melayan :: dan akhirnya terbuai kata-kata asmara yang terbina sendiri dan menimbulkan kerosakan hati di dalam hati-hati mereka sendiri. Biarlah di katakan diri kita EGO…ego untuk kebaikan yakni menjaga diri untuk mengimbangi antara kewarasan akal dan iman yang akan menjadi benteng dan senjata melumpuhkan pihak lawan…benarkah begitu?? Sebab bagi perempuan mahupun lelaki yang beriman, mempunyai sifat-sifat yang [[[ konkrit ]]] di dalam pendirian mahupun akhlak…bukankah akhlak yang *cantik* terbina dari didikan hati nurani iman yang cantik …?</p>
<p style="text-align:justify;">So, kata-kata bidalan “berkawan biar beribu bercinta biar satu” tidak begitu tepat di dalam konteks Islam dan patut ditambah +++; bercinta biarlah untuk teman di akhirat yang dihalalkan oleh Islam bersebabkan faktor-faktor semua ~panahan cinta~ di atas konsep berkawan adalah tidak tepat dan bercanggah di dalam konteks perhubungan di dalam Islam sebab kerana ia hanya boleh menjatuhkan ke arah perhubungan dalam suasana =fitnah=.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhir kalam, hanya Jauhari sahaja yang mengenal Manikamnya yakni hanya orang-orang yang beriman akan menghargai dan mengagungi keimanan orang yang patut dicintainya kerana hanya orang yang baik-baik sahaja yang inginkan sesuatu yang baik…di situ sudah menampakkan penilaiannya…di mana jodoh yang baik adalah untuk orang yang baik… dan begitulah sebaliknya. Kerana orang yang tidak baik tidak menyanggupi untuk hidup bersama dengan orang yang baik kecuali dalam dirinya itu adalah mempunyai zat yang baik juga. Berkata Imam Nawawi: “Aku menyintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu..”</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/warkop.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/warkop.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warkop.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warkop.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warkop.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warkop.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warkop.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warkop.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warkop.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warkop.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warkop.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warkop.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=15&subd=warkop&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warkop.wordpress.com/2007/11/10/indahnya-cinta-di-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1941ee39d2be359a7fbf94e5f0a557a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cerianet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warkop.files.wordpress.com/2008/10/loveislam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">loveislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Putus Asa Dalam Berdo&#8217;a&#8230;</title>
		<link>http://warkop.wordpress.com/2007/05/30/jangan-putus-asa-dalam-berdoa/</link>
		<comments>http://warkop.wordpress.com/2007/05/30/jangan-putus-asa-dalam-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2007 05:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerianet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Forum FFI]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warkop.wordpress.com/2007/05/30/jangan-putus-asa-dalam-berdoa/</guid>
		<description><![CDATA[Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu
Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=13&subd=warkop&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu</p>
<p>Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan karena manusia merasa bahwa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah.Tanpa disadari bahwa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur (hadir) bersama Allah.<br />
<span id="more-13"></span>Dalam ulasannya terhadap wacana di atas, Syekh Zaruq menegaskan, bahwa tipikal manusia dalam konteks berdoa ini ada tiga hal:</p>
<p>Pertama, seseorang menuju kepada Tuhannya dengan kepasrahan total, sehingga ia meraih ridha-Nya. Hamba ini senantiasa bergantung dengan-Nya, baik doa itu dikabulkan seketika maupun ditunda. la tidak peduli apakah doa itu akan dikabulkan dalam waktu yang panjang atau lainnya.</p>
<p>Kedua, seseorang tegak di depan pintu-Nya dengan harapan penuh pada janji-Nya dan memandang aturan-Nya. Hamba ini masih kembali pada dirinya sendiri dengan pandangan yang teledor dan syarat-syarat yang tidak terpenuhi, sehingga mengarah pada keputusasaan dalam satu waktu, namun kadang-kadang penuh harapan optimis. Walaupun hasratnya sangat ringan, toh syariatnya menjadi besar dalam hatinya.</p>
<p>Ketiga, seseorang yang berdiri tegak di pintu Allah namun disertai dengan sejumlah cacat jiwa dan kealpaan, dengan hanya menginginkan keinginannya belaka tanpa mengikuti aturan dan hikmah. Orang ini sangat dekat dengan keputusasaan, kadang-kadang terjebak dalam keragu-raguan, kadang-kadang terlempar dijurang kebimbangan. Semoga Allah mengampuninya.</p>
<p>Syekh Abu Muhammad Abdul Aziz al-Mahdawi mengatakan, Siapa pun yang tidak menyerahkan pilihannya dengan suka rela kepada Allah Ta&#8217;ala, maka orang tersebut terkena istidraj (sanjungan yang terhinakan). Orang tersebut termasuk golongan mereka yang disebut oleh Allah: Penuhilah kebutuhannya, karena Aku benci mendengarkan keluhannya. Tetapijika seseorang memasrahkan pada pilihan Allah, bukan pilihan dirinya, maka otomatis doanya telah terkabul, walaupun beium terwujud bentuknya. Sebab amal itu sangat tergantung pada saat akhirnya.</p>
<p>Wacana di atas dilanjutkan:</p>
<p>Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehen-daki.</p>
<p>Seluruh doa hamba pasti dijamin pengabulannya. Sebagaimana dalam firman Allah :<br />
Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan bagimu.</p>
<p>Allah menjamin pengabulan itu melalui janji-Nya. Janji itu jelas bersifat mutlak. Hanya saja dalam ayat tersebut Allah tidak menfirmankan dengan kata-kata, menurut tuntutanmu, atau menurut waktu yang engkau kehendaki, atau menurut kehendakmu itu sendiri.</p>
<p>Dalam hadits Rasutullah SAW bersabda: Tak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini: Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda (pengka-bulannya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya. (HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim).</p>
<p>Dalam hadits lain disebutkan, Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, (sampai akhirnya) seseorang mengatakan, Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku.  (HR. Bukhari-Muslim)</p>
<p>Dalam menafsiri suatu ayat Telah benar-benar doa kalan berdua di ijabahi maksudnva baru 40 tahun diijabahi doanya. Menurut Syekh Abul Hasan asy-Syadzili, perihal firman Allah: Maka hendaknya kalian berdua istiqamah, maksudnya adalah tidak tergesa-gesa. Sedangkan ayat, Dan janganlah kalian mengikuti jalannya orang-orang yang tidak mengetahui, maksudnya adalah orang-orang yang menginginkan agar disegerakan ijabah doanya. Bahwa ijabah doa itu diorientasikan pada pilihan Allah, baik dalam bentuk yang riil ataupun waktunya, semata karena tiga hal:</p>
<p>Pertama, karena kasih sayang dan pertolongan Allah pada hamba-Nya. Sebab Allah Maha Murah, Maha Asih dan Maha Mengetahui. Dzat Yang Maha Murah apabila dimohon oleh orang yang memuliakan-Nya, ia akan diberi sesuatu yang lebih utama menurut Kemahatahuan-Nya. Sementara seorang hamba itu pada dasarnya bodoh terhadap mana yang baik dan yang lebih bermashlahat. Terkadang seorang hamba itu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk baginya, dan terkadang ia membenci sesuatu padahal yang dibenci itu lebih baik baginya. Inilah yang seharusnya difahami pendoa.</p>
<p>Kedua, bahwa sikap tergantung pada pilihan Allah itu merupakan sikap yang bisa mengabadikan hukum-hukum ubudiyah, di samping lebih mengakolikan wilayah rububiyah. Sebab manakala suatu ijabah doa itu tergantung pada selera hamba dengan segala jaminannya, niscaya doa itu sendiri lebih mengatur Allah. Dan hal demikian suatu tindakan yang salah.</p>
<p>Ketiga, doa itu sendiri adalah ubudiyah. Rahasia doa adalah menunjukkan betapa seorang hamba itu serba kekurangan. Kalau saja ijabah doa itu menurut keinginan pendoanya secara mutlak, tentu bentuk serba kurang itu tidak benar. Dengan demikian pula, rahasia taklif (kewajiban ubudiyah) menjadi keliru, padahal arti dari doa adalah adanya rahasia taklij&#8217;itu sendiri. Oleh sebab itu, lbnu Athaillah as-Sakandari menyatakan pada wacana selanjutnya:</p>
<p>Janganlah membuat dirimu ragu pada janji Allah atas tidak terwujudnya sesuatu yang dijanjikan Allah, walaupun waktunya benar-benar nyata.</p>
<p>Maksudnya, kita tidak boleh ragu pada janji Allah. Terkadang Allah memperlihatkan kepada kita akan terjadinya sesuatu yang kita inginkan dan pada waktu yang ditentukan. Namun tiba-tiba tidak muncul buktinya. Kenyataan seperti itu jangan sampai membuat kita ragu-ragu kepada janji Allah itu sendiri. Allah mempunyai maksud tersendiri dibalik semua itu, yaitu melanggengkan rububiyah atas ubudiyah hamba-Nya. Syarat-syarat ijabah atasjanji-Nya, terkadang tidak terpenuhi oleh hamba-Nya. Karena itu Allah pun pernah menjanjikan pertolongan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW dalam perang Uhud dan Ahzab serta memenangkan kota Mekkah. Tetapi Allah menutupi syarat-syarat meraih pertolongan itu, yaitu syarat adanya sikap merasa hina di hadapan Allah yang bisa menjadi limpahan pertolongan itu sendiri. Sebab Allah berfirnian dalam At-Taubah: Allah benar-benar menolongmu pada Perang Badar, ketika kamu sekalian merasa hina .</p>
<p>Kenapa demikian? Sebab sikap meragukan janji Allah itu bisa mengaburkan pandangan hati kita terhadap karunia Allah sendiri. As-Sakandari meneruskan:</p>
<p>Agar sikap demikian tidak mengaburkan mata hatimu dan meredupkan cahaya rahasia batinmu.</p>
<p>Bahwa disebut di sana padanya pengaburan mata hati dan peredupan cahaya rahasia batin, karena sikap skeptis terhadap Allah itu, akan menghilangkan tujuan utama dan keleluasaan pandangan pengetahuan dibalik janji Allah itu.</p>
<p>(sumber: www.sufinews.com )</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/warkop.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/warkop.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warkop.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warkop.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warkop.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warkop.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warkop.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warkop.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warkop.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warkop.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warkop.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warkop.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=13&subd=warkop&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warkop.wordpress.com/2007/05/30/jangan-putus-asa-dalam-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1941ee39d2be359a7fbf94e5f0a557a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cerianet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maskot Tembakol, Ide Gila Kadis Budpar Banyak Maskot yang Lebih Baik</title>
		<link>http://warkop.wordpress.com/2007/05/24/maskot-tembakol-ide-gila-kadis-budpar-banyak-maskot-yang-lebih-baik/</link>
		<comments>http://warkop.wordpress.com/2007/05/24/maskot-tembakol-ide-gila-kadis-budpar-banyak-maskot-yang-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 02:38:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerianet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warkop.wordpress.com/2007/05/24/maskot-tembakol-ide-gila-kadis-budpar-banyak-maskot-yang-lebih-baik/</guid>
		<description><![CDATA[http://www.pontiana kpost.com/ berita/index. asp?Berita= Singkawang&#38; id=135696
Sabtu, 7 April 2007
Maskot Tembakol, Ide Gila Kadis Budpar Banyak Maskot yang Lebih Baik
Pontianak,-  Polemik maskot Pariwisata Kota Singkawang, Ikan Tembakol yang
digagas Kadis Disbudpar kembali mendapat kecaman. Kali ini datangnya dari
pemuda penggiat wisata dan seni Kota Singkawang.
Dede Hardi, pemerhati seni dan wisata kota ini mengatakan, bahwa menjadikan
Ikan Tembakol sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=12&subd=warkop&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a TARGET="_blank" REL="nofollow" HREF="http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&amp;id=135696"><span STYLE="background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0px 50%; background-color: transparent; background-image: none">http://www.pontiana kpost.com/ berita/index. asp?Berita= Singkawang&amp; id=135696</span></a><br />
Sabtu, 7 April 2007<br />
Maskot Tembakol, Ide Gila Kadis Budpar Banyak Maskot yang Lebih Baik</p>
<p><span STYLE="border-bottom-color: #0066cc; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: dashed; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0px 50%; background-color: transparent; background-image: none; cursor: pointer; height: 1em">Pontianak</span>,-  Polemik maskot Pariwisata Kota Singkawang, Ikan Tembakol yang<br />
digagas Kadis Disbudpar kembali mendapat kecaman. Kali ini datangnya dari<br />
pemuda penggiat wisata dan seni Kota Singkawang.</p>
<p>Dede Hardi, pemerhati seni dan wisata kota ini mengatakan, bahwa menjadikan<br />
Ikan Tembakol sebagai maskot pariwisata Kota Singkawang adalah ide gila.<br />
Menurutnya, masih banyak hewan atau tempat yang lebih baik untuk dijadikan<br />
maskot pariwisata Kota Singkawang, selain Ikan Tembakol. &#8220;Banyak nama hewan,<br />
tumbuhan atau bunga  yang bisa dijadikan maskot, kenapa harus Tembakol. Dari<br />
nama saja, sudah tak necis dan tak gaul. Nama yang keren dong, masak<br />
Tembakol,&#8221; katanya.</p>
<p>Disebutkan Dede, sebelum memberi nama sesuatu untuk dijadikan maskot,<br />
setidaknya Disbudpar melakukan survey terlebih dahulu ke warga apakah banyak<br />
yang setuju atau tidak. &#8220;Jika saya membaca pemberitaan koran beberapa hari<br />
ini, tampaknya banyak warga yang tak setuju. Ini harus direspon Kadis<br />
Disbudpar sebagai pembuat ide, jangan hanya ngotot sementara warga banyak<br />
yang mengecam,&#8221; ujarnya.</p>
<p><span id="more-12"></span></p>
<p>Dia juga memberi ide, agar diadakan lomba kreasi dan design untuk sebuah<br />
maskot pariwisata Kota Singkawang. &#8220;Yang terbaik patut dijadikan maskot dan<br />
tentunya juri untuk lomba tersebut dari seluruh unsur masyarakat yang ada di<br />
kota ini,&#8221; tukas pria yang juga bergelut di bisnis radio tersebut.</p>
<p>Menurutnya, Ikan Tembakol bukan merupakan ikan asli yang hidup di kota  ini.<br />
Sebab, di Kabupaten Sambas, Mempawah dan Pontianak ikan tersebut juga hidup<br />
dan berkembang biak. &#8220;Kalo mencari maskot yang benar-benar melambangkan dan<br />
mencerminkan wisata kota ini. Sepertinya ide saya tentang lomba itu harus<br />
diperhatikan kembali,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sementara suara sumbang tentang maskot tersebut juga disuarakan Muhammad<br />
Deni Isnaini dari Geli Gersang Singkawang. Mewakili teman-teman Deni<br />
mengatakan, Ikan Tembakol sangat-sangat tak pantas untuk dijadikan maskot .<br />
&#8220;Tembakol itu sebutan untuk orang bodoh dan totol, lantas kenapa dijadikan<br />
maskot. Banyak maskot lain yang lebih baik. Misalnya Tatung, Bunga Raflesia,<br />
atau Batu Belimbing. Khan itu lebih mencerminkan Kota Singkawang sebagai<br />
kota pariwisata,&#8221; sebutnya. (bdi)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/warkop.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/warkop.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warkop.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warkop.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warkop.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warkop.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warkop.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warkop.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warkop.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warkop.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warkop.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warkop.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=12&subd=warkop&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warkop.wordpress.com/2007/05/24/maskot-tembakol-ide-gila-kadis-budpar-banyak-maskot-yang-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1941ee39d2be359a7fbf94e5f0a557a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cerianet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Penjara di Dunia Dipenuhi Lelaki, Manakala Penjara di Akhirat Dipenuhi Wanita ?</title>
		<link>http://warkop.wordpress.com/2007/03/02/mengapa-penjara-di-dunia-dipenuhi-lelaki-manakala-penjara-di-akhirat-dipenuhi-wanita/</link>
		<comments>http://warkop.wordpress.com/2007/03/02/mengapa-penjara-di-dunia-dipenuhi-lelaki-manakala-penjara-di-akhirat-dipenuhi-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2007 04:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerianet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Forum FFI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warkop.wordpress.com/2007/03/02/mengapa-penjara-di-dunia-dipenuhi-lelaki-manakala-penjara-di-akhirat-dipenuhi-wanita/</guid>
		<description><![CDATA[Dimana-mana negara di dunia hari ini penjara-penjaranya dipenuhi kaum lelaki.Hal ini tidaklah aneh karena kebanyakannya yang merampok, membunuh, menculik, merampas adalah kalangan lelaki.
Artinya menurut penilaian dunia, kaum lelaki banyak yang jahat berbanding kaum wanita. Tetapi pada waktu yang sama,kaum wanita mendapat satu kabar yang mencemaskan yaitu Rasulullah SAW`memberitahukan bahwa penghuni neraka, 2/3 adalah terdiri daripada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=11&subd=warkop&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dimana-mana negara di dunia hari ini penjara-penjaranya dipenuhi kaum lelaki.Hal ini tidaklah aneh karena kebanyakannya yang merampok, membunuh, menculik, merampas adalah kalangan lelaki.</p>
<p>Artinya menurut penilaian dunia, kaum lelaki banyak yang jahat berbanding kaum wanita. Tetapi pada waktu yang sama,kaum wanita mendapat satu kabar yang mencemaskan yaitu Rasulullah SAW`memberitahukan bahwa penghuni neraka, 2/3 adalah terdiri daripada kaum wanita.Mengapa terjadi demikian?</p>
<p>Kerajaan manusia dan kerajaan Tuhan tidak sama. Oleh karena itu ukuran Tuhan dan ukuran manusia juga tidaklah sama. Ada perkara di dalam kerajaan Tuhan salah tetapi bagi kerajaan manusia tidak salah. Begitulah sebaliknya.</p>
<p>Contohnya dalam kerajaan Tuhan berat atau ringannya kesalahan tidak diukur dari sudut lahiriah atau nilaian fisik. Banyak bentuk kasus yang tidak memerlukan kekuatan fisik. Sebab itulah ia mudah dilakukan wanita seperti menjadi pelacur, penyanyi, menampakkan aurat, bergaul bebas, melawan suami dan lain-lain. Ini tidaklah berat dari sudut fisik. Oleh karna itu kaum wanita banyak melakukannya. Pada kerajaan manusia itu bukanlah satu kesalahan.</p>
<p>Manakala kesalahan-kesalahan dunia banyak yang berat-berat, tidak sanggup dan tidak mampu dibuat oleh kaum wanita seperti membunuh, rampok, culik dan lain-lain. Sebab itulah banyak lelaki yang melakukan hal tersebut.</p>
<p>Di sini lah sebabnya mengapa banyak penghuni neraka terdiri dari wanita, kesalahan yang nampak kecil pada manusia tetapi besar di sisi Tuhan. Kesalahan itu akan menjadi lebih besar apabila yang berbuat dosa tidak merasa berdosa lalu tidak bertaubat atas dosa-dosa tersebut malah terus mengulanginya..</p>
<p>Kaum wanita sepatutnya cemas dengan peringatan daripada Rasulullah SAW tersebut karena begitu mudah untuk tergelincir ke Neraka jika tidak berhati-hati.</p>
<p>Biarlah kita susah dan sakit di dunia dalam mentaati perintah Allah dan menjauhi larangannya untuk mengelakkan rasa sakit yang berkepanjangan di akhirat sana.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/warkop.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/warkop.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warkop.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warkop.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warkop.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warkop.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warkop.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warkop.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warkop.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warkop.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warkop.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warkop.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warkop.wordpress.com&blog=801643&post=11&subd=warkop&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warkop.wordpress.com/2007/03/02/mengapa-penjara-di-dunia-dipenuhi-lelaki-manakala-penjara-di-akhirat-dipenuhi-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1941ee39d2be359a7fbf94e5f0a557a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cerianet</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>