Mengatasi Kemiskinan

fakir-miskinPunya pendidikan tinggi merupakan impian tiap orang. Tapi, bagaimana jika kemiskinan terus menghadang. Jangankan untuk biaya kuliah, buat makan saja susah.

Berikut ini penelusuran dan wawancara Eramuslim dengan seorang pemulung yang kini bisa terus kuliah di jurusan akuntansi di Pamulang, Tangerang. Mahasiswi berjilbab itu bernama Ming Ming Sari Nuryanti.

Sudah berapa lama Ming Ming jadi pemulung?

Sejak tahun 2004. Waktu itu mau masuk SMU. Karena penghasilan ayah semakin tidak menentu, kami sekeluarga menjadi pemulung.

Continue reading “Mengatasi Kemiskinan”

Iklan

Maskot Tembakol, Ide Gila Kadis Budpar Banyak Maskot yang Lebih Baik

http://www.pontiana kpost.com/ berita/index. asp?Berita= Singkawang& id=135696
Sabtu, 7 April 2007
Maskot Tembakol, Ide Gila Kadis Budpar Banyak Maskot yang Lebih Baik

Pontianak,- Polemik maskot Pariwisata Kota Singkawang, Ikan Tembakol yang
digagas Kadis Disbudpar kembali mendapat kecaman. Kali ini datangnya dari
pemuda penggiat wisata dan seni Kota Singkawang.

Dede Hardi, pemerhati seni dan wisata kota ini mengatakan, bahwa menjadikan
Ikan Tembakol sebagai maskot pariwisata Kota Singkawang adalah ide gila.
Menurutnya, masih banyak hewan atau tempat yang lebih baik untuk dijadikan
maskot pariwisata Kota Singkawang, selain Ikan Tembakol. “Banyak nama hewan,
tumbuhan atau bunga yang bisa dijadikan maskot, kenapa harus Tembakol. Dari
nama saja, sudah tak necis dan tak gaul. Nama yang keren dong, masak
Tembakol,” katanya.

Disebutkan Dede, sebelum memberi nama sesuatu untuk dijadikan maskot,
setidaknya Disbudpar melakukan survey terlebih dahulu ke warga apakah banyak
yang setuju atau tidak. “Jika saya membaca pemberitaan koran beberapa hari
ini, tampaknya banyak warga yang tak setuju. Ini harus direspon Kadis
Disbudpar sebagai pembuat ide, jangan hanya ngotot sementara warga banyak
yang mengecam,” ujarnya.

Continue reading “Maskot Tembakol, Ide Gila Kadis Budpar Banyak Maskot yang Lebih Baik”