Iklan Moderen via Website

www.fadlie.web.idIklan merupakan bagian dari reklame yang berasal dari bahasa prancis, yaitu re-clame yang berart “meneriakkan berulang-ulang” (Dendi sudiana,1995). Dalam Advertising Exellance sebagimana dituliskan arena ( dalam ratna Noviani,2002).iklan adalah struktur informasi dan susunan komunikasi non personal yang biasanya dibiayai dan bersifat persuasif, tentang produk (barang, jasa, dan gagasan) oleh sponsor yang terindentifikasikan, melalui berbagi macam media. Jadi hakikat iklan adalah pesan yang disampaikan dari komunikator pada komunikan. Oleh karena itu iklan adalah bentuk kegiatan komunikasi.Iklan merupakan komponen yang vital dalam organisasi dan reproduksi kapital.

Iklan televisi (television commercial) adalah iklan yang ditayangkan melalui media televisi, melalui media ini, pesan dapat disampaikan dalam bentuk audio visual, dan gerak. Bentuk pesan audio visual dan gerak. Bentuk pesan audio visualdan gerak tersebut pada dasarnya merupakan sejumlah tanda. Dalam kajian semologi, iklan adalah seperangkat tanda yang berfungsi meyampaikan sejumlah pesan ( kasiyan 2001)
Continue reading “Iklan Moderen via Website”

Iklan

Maskot Tembakol, Ide Gila Kadis Budpar Banyak Maskot yang Lebih Baik

http://www.pontiana kpost.com/ berita/index. asp?Berita= Singkawang& id=135696
Sabtu, 7 April 2007
Maskot Tembakol, Ide Gila Kadis Budpar Banyak Maskot yang Lebih Baik

Pontianak,- Polemik maskot Pariwisata Kota Singkawang, Ikan Tembakol yang
digagas Kadis Disbudpar kembali mendapat kecaman. Kali ini datangnya dari
pemuda penggiat wisata dan seni Kota Singkawang.

Dede Hardi, pemerhati seni dan wisata kota ini mengatakan, bahwa menjadikan
Ikan Tembakol sebagai maskot pariwisata Kota Singkawang adalah ide gila.
Menurutnya, masih banyak hewan atau tempat yang lebih baik untuk dijadikan
maskot pariwisata Kota Singkawang, selain Ikan Tembakol. “Banyak nama hewan,
tumbuhan atau bunga yang bisa dijadikan maskot, kenapa harus Tembakol. Dari
nama saja, sudah tak necis dan tak gaul. Nama yang keren dong, masak
Tembakol,” katanya.

Disebutkan Dede, sebelum memberi nama sesuatu untuk dijadikan maskot,
setidaknya Disbudpar melakukan survey terlebih dahulu ke warga apakah banyak
yang setuju atau tidak. “Jika saya membaca pemberitaan koran beberapa hari
ini, tampaknya banyak warga yang tak setuju. Ini harus direspon Kadis
Disbudpar sebagai pembuat ide, jangan hanya ngotot sementara warga banyak
yang mengecam,” ujarnya.

Continue reading “Maskot Tembakol, Ide Gila Kadis Budpar Banyak Maskot yang Lebih Baik”