Mengatasi Kemiskinan

fakir-miskinPunya pendidikan tinggi merupakan impian tiap orang. Tapi, bagaimana jika kemiskinan terus menghadang. Jangankan untuk biaya kuliah, buat makan saja susah.

Berikut ini penelusuran dan wawancara Eramuslim dengan seorang pemulung yang kini bisa terus kuliah di jurusan akuntansi di Pamulang, Tangerang. Mahasiswi berjilbab itu bernama Ming Ming Sari Nuryanti.

Sudah berapa lama Ming Ming jadi pemulung?

Sejak tahun 2004. Waktu itu mau masuk SMU. Karena penghasilan ayah semakin tidak menentu, kami sekeluarga menjadi pemulung.

Lanjutkan membaca “Mengatasi Kemiskinan”

Iklan

Islam dan Ketaqwaan

islamcoverIslam adalah agama yang diwahyukan Allah kepada umat manusia melalui utusan-Nya, Nabi Muhammad Saw. Ini berarti bahwa ajaran Islam itu adalah wahyu dari Allah Swt. Dari sudut pandang ini dapat disebut bahwa Islam bersifat “shistoris”, dalam arti berwujud ajaran-ajaran murni yang bersifat mutlak dan universal (berlaku umum tanpa terikat ruang dan waktu). Oleh karena itu, apa yang dilakukan umat dalam kehidupan mereka sehari-hari dapat dikatakan, berdasarkan wahyu dari Allah Swt. Tetapi, karena Islam adalah untuk kepentingan manusia dalam mewujudkan kebahagiaan, maka ia harus menyejarah, yakni menyatu dengan pengalaman hidup manusia sendiri yang menjelma dalam sejarah. Artinya, Islam dalam realitas kehidupan umatnya terkait erat dengan ruang dan waktu. Hal ini terbukti dengan jelas dalam kenyataan sejarah pemikiran dan praktik keagamaan umat Islam. Dari sudut pandang inilah akan dikaji keberagamaan masyarakat Islam di Kalimantan Selatan.

Masyarakat Kalimantan Selatan adalah mayoritas beragama Islam. Data yang diperoleh dari Kantor Wilayah Departemen Agama Kalimantan Selatan pada tahun 1999 tentang jumlah pemeluk agama menunjukkan, bahwa dari 2.855.869 penduduk Kalimantan Selatan, 2.768.726 penduduk (96.9%) beragama Islam. Sebagai umat Islam tentu meyakini bahwa apa yang selama ini diperbuat telah sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Meskipun demikian ternyata dalam siklus kehidupan sebagian masyarakat Islam di sini masih terdapat pelbagai kepercayaan, aktivitas ritual dan upacara keagamaan yang bermuatan budaya lokal.
Lanjutkan membaca “Islam dan Ketaqwaan”

Sejarah Islam di KALBAR

Peneliti dari Amerika J Davidson pernah menyampaikan ketertarikannya mengenai perkembangan Islam di Kapuas Hulu. Katanya, bagaimana di pedalaman Kapuas Hulu ini, Islam menjadi agama mayoritas? Kok, komposisinya bisa 60:40 ? Padahal Sintang, Sanggau, yang lebih dekat dekat pusat Islam, lebih dekat dengan pantai, konon lebih terbuka, penduduk yang bukan Islam jumlahnya lebih banyak.

Dua tahun sudah berlalu. Sampai hari ini pertanyaan itu sedang berusaha dijawab. Sekaligus melengkapi informasi yang sampaikan Departemen Agama Kapuas Hulu hampir 20 tahun lalu, ketika Tim Peneliti Depag yang dipimpin Moch Malik berhasil menerbitkan naskah yang diberi judul Masuk dan Berkembangnya Islam di Kapuas Hulu. Yusriadi, Zainuddin Isman, dan Hermansyah mencoba menyumbangkan jawabnya melalui tesis masing-masing.
Lanjutkan membaca “Sejarah Islam di KALBAR”

Islam in Eropa

Sumber: http://www.harunyahya.com

Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur’an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa “serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia”, dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.

Lanjutkan membaca “Islam in Eropa”

Indahnya Cinta dalam Islam

Cinta di dalam Islam sebenarnya tiada hubungan romantic atau caring atas alasan jika benar pencinta yang memahami corak Islam lebih ke arah menulis peringatan-peringatan Allah di dalam konteks cara perhubungan walaupun mungkin tidak pernah berdating…malah orang yang bercinta dalam bentuk syariat Islam takut untuk berhubungan secara menulis…kerana was-was dengan keupayaan menahan bentuk luahan hati yang akan menimbulkan *zina hati*. Malah orang yang benar-benar beriman takut untuk berhubungan melalui telefon atau kaedah bercakap yang penuh lemah-lembut dalam bentuk hubungan lain seperti chatting kerana biasanya kekerapan hubungan percakapan lebih ke arah tidak tertapis dan bisa ~menggoda keimanan~ dengan rasa ^rindu^ dengan suara dan gurauan sehingga akhirnya membuat tautan rasa cinta ~asmaradana~ bermula kecuali bagi mereka yang benar-benar tiada masalah hati…itu pun boleh menjadi satu bentuk perhubungan awalan jika tidak disekat.

Lanjutkan membaca “Indahnya Cinta dalam Islam”

Jangan Putus Asa Dalam Berdo’a…

Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu

Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan karena manusia merasa bahwa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah.Tanpa disadari bahwa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur (hadir) bersama Allah.
Lanjutkan membaca “Jangan Putus Asa Dalam Berdo’a…”

Ikhlas

Assalamu’alaikum

Ikhlas artinya melepaskan diri dari selain Allah atau membersihkan amal perbuatan dari penglihatan makhlukNya. Dalam tafsir AlQurtubi hal 281 diterangkan; “Ikhlas adalah melakukan amal perbuatan yang tidak disuka dipuji orang lain. Karena tidak ingin pahala amalnya hilang/sia-sia. Sebagaimana sabda Rasullullah SAW dalam hadits riwayat Nasa’i; “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal perbuatan seseorang selain dia ikhlas dan mengharapkan ridha Allah semata”.

Lawan dari ikhlas adalah riya’ yaitu menampakkan amal perbuatan dimata orang lain dengan mengharapkan pujian. Karena itulah Imam Ya’qub Al Maktuf berpendapat;”Orang ikhlas adalah orang yang merahasiakan kebaikannya sebagaimana dia merahasiakan keburukannya”.

Merealisasikan keikhlasan dalam beribadah/menghambakan diri kepada Allah merupakan solusi konkrit untuk membebaskan diri dari pengaruh setan. Sebagaimana firman Allah SWT; “Iblis berkata: Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka (Adam dan anak cucunya) memandang baik perbuatan maksiat di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba  Engkau yang mukhlis (ikhlas) diantara mereka”. (Q.S. Al Hijr : 39-40)

Firman Allah tsb diatas menjadi bukti bahwa setan sendiri mengakui akan ketidakmampuannya untuk menjerumuskan dan menggoda orang ikhlas (mukhlis). Namun setan tidak akan pernah putus asa untuk menaklukan manusia sehingga mereka berusaha membuat manusia untuk keluar dari benteng keikhlasan.

Karena sebab itulah ikhlas adalah amalan yg begitu rumit dan sulit direalisasikan. Namun  jangan sampai hal ini menjadi alasan untuk tidak beramal. Kalau hal ini sampai terjadi, maka tercapailah apa yg menjadi tujuan dan misi setan. Kita harus berusaha keras untuk mensucikan amalan dari pengaruh bisikan/godaan setan yang terkutuk. Umar bin Khatab r.a. berkata; “Barangsiapa ikhlas niatnya, maka Allah akan mencukupi apa yang ia perlukan dalam hubungan dengan sesama manusia”.

Sudahkan kita melakukan segala sesuatunya dengan niat ikhlas mengharap ridha Allah?

Wassalam